SUKABUMIUDATE.com - Jalan alternatif untuk mempersingkat jarak tempuh dari Desa Mekarsakti ke Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, bisa ditempuh hanya 10-20 menit dengan jalan menyeberangi anak Sungai Ciletuh dengan menggunakan rakit.
Penyebrangan rakit ini melayani warga sekitar selama 24 jam. Kalau malam tidak ada yang menyeberang, sang penarik rakit tetap setia menunggu sambil tiduran di dalam gubuk yang sengaja dibuat pada rakit tersebut sebagai penahan panas dan hujan.
Uniknya, jika di seberang sungai ada yang hendak menggunakan jasa rakit tersebut, si calon penumpang akan memijit klakson untuk memberi kode agar segera dilayani. Demikian dituturkan Asep (40), sang penarik rakit, warga Kampung Nyalindung RT 02/01, Desa Mandrajaya.
BACA JUGA:
Ciemas Kabupaten Sukabumi Banjir, Ratusan Jiwa Terdampak
36 Tahun Tak Pernah Diperbaiki, Kantor Kecamatan Ciemas Ambruk
Dokter Forensik: Kekerasan di Kepala, Penyebab Tewas Petani Ciemas Kabupaten Sukabumi
Asep mengaku sudah lama menjadi penarik rakit. "Wah lupa berapa lamanya. Saya sudah lama menjalani pekerjaam menarik rakit ini, mungkin dua samapai tiga tahun," kepada sukabumiupdate.com, Senin (27/2) pagi.
Diakuinya, jika sedang ramai, ia biasa mengantongi lebih dari Rp200 ribu per hari. Tetapi jika hari sedang sepi penumpang, tak jarang ia hanya sanggup mengantongi Rp50 ribu hingga Rp75 ribu.
Lebih jauh Asep mengatakan, tarif yang ia pungut dari menarik rakit ini sebesar Rp5 ribu. Penduduk setempat biasanya membayarnya setelah urusan di luar desa selesai. "Warga sini bayarnya nanti kalau pulangnya. Dulu sih pernah dibuatkan jembatan gantung, cuma tidak bertahan lama karena rusak lagi oleh luapan air sungai."
Editor : Administrator