Sukabumi Update

Kesedihan Warga Babakanpeundeuy Kabupaten Sukabumi, Istri Batal Operasi Miom

SUKABUMIUPDATE.com – Kesedihan tak bisa disembunyikan dari wajah pria bernama Iim Ibrahim (44), mukanya nampak kusut dan lelah karena kurang tidur dan nafsu makan hilang. Sejak senin (28/2), ia bersama istrinya Reni Nuraeni (39) berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, SH., Kota Sukabumi, atau yang lebih sering disebut dengan RS Bunut.

“Wah terimakasih tawarannya, saya paksa makan tadi sore, nggak mau, susah masuk makanan apa pun ke mulut kalau nggak dipaksa, semua makanan terasa pahit,” jawab Ibrahim kepada sukabumiupdate.com ketika ia ditawari memberikan asupan protein dan kalori untuk badannya, Rabu malam (1/3).

Bapak satu anak tersebut menuturkan, istrinya merasa senang dan semangat ketika ia diberitahu pihak RS untuk menjalani operasi pengangkatan miom, berharap dengan tindakan operasi tersebut tak lagi merasakan sakit yang menggangu aktivitasnya. Selama ini dirinya tak berdaya karena rasa sakit di bagian rahimnya, sakit tersebut sering ia keluhkan sejak lebih dari dua tahun terakhir. Reni pun sempat menjalani operasi kista pada 2008 di RSUD Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA:

Miris, Kakak Adik Warga Sukasirna Cibadak Kabupaten Sukabumi Dibiarkan Lumpuh

Pilu, Bocah Lumpuh asal Cibadak Kabupaten Sukabumi yang Tidak Berani Bermimpi

“Saya nggak tega ngasih kabar ke istri, jika ternyata operasinya dibatalkan, padahal sudah ditindak dan saya menunggu sejak jam 12 siang tadi sampai sekitar jam enaman lah, baru keluar dari ruang operasi dan masih dalam pengaruh obat bius,” kata dia.

Ibrahim menjelaskan selama enam jam dirinya cemas menunggu proses operasi selesai sambil berdoa agar semuanya berjalan lancar dan sesuai rencana yang sudah dipersiapkan setelah menjalani observasi berkali-kali dan akhirnya diputuskan untuk mendapat tindakan pengangkatan miom.

“Pihak rumah sakit juga bilang, mudah-mudahan miomnya nggak lengket, sebab kalau sudah lengket bisa memakan waktu lama hingga dua jam tindakan operasi. Tapi setelah saya tunggu yang keluar dari ruang operasi orang lain lagi, ada yang keluar lagi, orang lain lagi hingga saya dipanggil oleh tim dokternya diberi keterangan bahwa operasi tak bisa diteruskan,” jelas pria yang tinggal di Kampung Babakanpeundeuy RT 02/03, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi itu.

BACA JUGA:

Gara-Gara Miskin, Warga Bojonghaur Sukabumi Hidup Dalam Kerangkeng

12 Tahun Tumor Ganas Erami Perut Wanita Miskin Cikiwul Kabupaten Sukabumi

Menurut keterangan dari pihak RS Bunut, operasi tidak bisa dilanjutkan karena miom sudah dalam keadaan lengket dan menyebar hingga ke usus hingga sulit membedakan mana miom dan bagian usus, jika dilanjutkan akan sangat berisiko dan khawatir terjadi pendarahan.

“Yang saya sayangkan, mengapa sampai nggak ketahuan dari awal, observasi kan sudah dilakukan berkali-kali, ada hasil rongent dan lain-lain. Andai kami langsung dirujuk ke RS Hasan Sadikin, Bandung, istri saya kan tidak harus menderita dua kali, sekarang harus pulih dulu, kan sudah dibuka! Makan waktu lama juga,” keluh Ibrahim yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir angkot cadangan ini sambil menyembunyikan sedihnya.

“Saya harus jaga perasaan istri, dia pasti kecewa, saya ingin yang terbaik untuk kesembuhannya. Saya tandatangan saja surat persetujuan karena saya pikir mereka yang tahu apa yang harus dilakukan untuk kesembuhan istri saya,” pungkasnya.

Menurut ahli kesehatan, miom atau mioma uteri adalah satu gangguan pada organ reproduksi wanita, termasuk kategori tumor namun bukan kanker ganas, kondisi ini bisa terjadi pada setiap wanita namun belum diketahui penyebab pastinya, meski miom yang ringan tidak membahayakan namun jika melihat kasus Reni di atas, miom tersebut sudah ada pada tingkat mengkhawatirkan dan membahayakan.

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI