SUKABUMIUPDATE.com - Penilaian Kawasan Geopark Ciletuh Nasional Palabuhanratu, oleh Tim Assessor UNESCO yang seharusnya dilaksanakan pada April tahun ini, dipastikan diundur menjadi Juli 2017. Selain pembatalan jadwal penilaian, objek yang akan ditilai pun akan dipersempit.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Asep Rahmat saat dihubungi sukabumiupdate.com, melalui pesawat seluler, Sabtu (2/3) menerangkan, pengunduran penilaian ini terkait masalah teknis. Sedangkan persempitan penilaian itu, awalnya objek wisata berada di 74 wisata dari delapan kecamatan, menjadi 23 objek wisata.
"Yang akan dinilai sekarang merupakan objek wisata seperti pemandian Air Panas Cisolok, Hotel SBH di Cikakak, Goa Lalay di Palabuhanratu, dan beberapa objek wisata lainnya seperti air terjun atau orang lokal bilang curug yang berada di kecamatan lainnya," jelas Asep.
BACA JUGA:
Aher Pastikan Pemprov Kucurkan Rp250 M untuk Kawasan Geopark Ciletuh
Tahun Ini Dibangun Jalan Baru 33 Km ke Geopark Ciletuh
Geopark Ciletuh Masuk UNESCO Global Geopark
Kendati jadwal Tim Assessor UNESCO diundur, Dinas Pariwisata masih terus mempersiapkan penataan lokasi-lokasi yang sudah ditentukan. "Kita terus pantau dan lakukan penataan di objek-objek tersebut," jelas Asep.
Pihaknya tetap mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah delapan kecamatan itu, tetap menjaga kebersihan lingkungan. Delapan kecamatan yang dimaksud yakni, Palabuhanratu, Cisolok, Cikakak, Simpenan, Waluran, Surade, Ciemas, dan Ciracap.
"Apalagi Bupati menginginkan agar rumah warga nantinya di buat home stay sehingga masyarakat bisa merasakan dampak langsung keberadaan geopark tersebut," bebernya.
Ia mengungkapkan, sejauh ini, kehidupan masyarakat yang ada di kawasan Geopark Ciletuh merupakan sebuah daya tarik wisatawan asing atau mancanegara. "Turis mancanegara menyukai kehidupan masyarakat kita yang apa adanya. Bagi turis, kehidupan sehari-hari seperti menggarap sawah dengan kerbau serta melihat proses pembuatan gula, merupakan hal yang tidak biasa dalam kehidupan mereka" pungkasnya.
Editor : Administrator