SUKABUMIUPDATE.com - Perguruan Pencak Silat Garuda Mas Putra Tunggal Mekar Asih Siliwangi di Kampung Cadasngampar RT 13.14, Desa/Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, dengan segudang keterbatasan terus berupaya melestarikan seni tradisional warisan leluhur di tengah himpitan budaya asing.
Perguruan silat yang berdiri pada 1970 ini, sempat tidak melakukan aktivitas sepeninggal pendirinya Guru Itang. Aktif kembali pada 2014 silam, dan kini telah memiliki sekitar 50 murid. “Kami tak ingin warisan leluhur ini punah,†kata Rusmana (38) Ketua sekaligus Guru Perguruan Pencak Silat Garuda Mas Putra Tunggal Mekar Asih Siliwangi kepada sukabumiupdate.com, Senin (6/3).
Layaknya sebuah perguruan silat, katanya, sejatinya memiliki alat kesenian sebagai pendukung seperti gendang, gamelan, terompet, bonang, saron, dan rebab gesek, Sebab, silat identik dengan seni musik tradisional. Kemudian sarana prasarana latihan pun sangat terbatas. “Di perguruan ini hanya ada gong. Kalau lagi ada undang pementasan, kami terpaksa harus menyewa alat musik tradisional,†ungkapnya.
BACA JUGA:
Gurat Lengkah Dua Taun: Ketika Musik Etnik dan Modern Berkolaborasi di Sukabumi
Gerakan Bawa Gelas Sendiri, Ajakan Nyunda Modern di Sukabumi
Jaga Peninggalan Leluhur, Kabupaten Sukabumi Perlu Perda Seni dan Budaya
Untuk menambah pendapatan, kata dia, perguruan pencak silat pimpinannya, sering mendapatkan undangan untuk menghibur masyarakat. “Kami sering mendapatkan undangan untuk acara-acara tertentu, seperti pernikahan dan lainnya. Jasa sekali manggung antara satu juta hingga 1,5 juta Rupiah sehari semalam,†tukasnya. Â
Rusmana mengatakan, sudah pernah mencoba mengajukan bantuan peralatan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi. “Tapi belum ada sentuhan, baik melalui kecamatan maupun melalui desa,†tegasnya.
Di perguruan silat ini, tambah dia, murid yang mengikuti latihan mulai dari usia dini, pelajar sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) hingga orang dewasa. “Orang tua murid sangat mendukung mereka mengikuti latihan. Bahkan sampai baju silat beli sendiri. Padahal mah perguruan seharusnya yang menyediakan,†imbuhnya.
Editor : Administrator