Sukabumi Update

Sampai Kapan Seberangi Sungai Ciletuh Kabupaten Sukabumi Dengan Perahu

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah boleh menggenjot pembangunan infrastruktur transportasi berteknologi tinggi di kota-kota besar. Di Kabupaten Sukabumi, pelajar dan warga harus menggunakan perahu kecil hanya untuk mencapai sekolah atau tempat aktivitas, menyerangi muara Sungai Ciletuh yang lebarnya sekitar 25 meter.

Menyebrang dengan getek atau perahu kecil bermesin tempel adalah transportasi utama warga Desa Ciwaru dan Mandrajaya, Kecamatan Ciemas. Setiap pagi, warga mengantri naik perahu getek ini hanya untuk mencapai sekolah, pasar, atau tempat bekerja dengan tarif Rp1.000 per orang.

“Kalau bawa motor lima ribu Rupiah. Biasanya anak sekolah bayaran per tahun jadi sudah langganan. Tiap hari mereka tidak perlu bayar yang penting nyebrang aja dulu,” jelas Ramdan (19) operator perahu penyebrangan, kepada sukabumiupdate.com, Jumat (11/3).

Warga Kampung Cikadal, Desa Mandrajaya ini, salah seorang dari sekian banyak operator perahu penyeberangan di Sungai Ciletuh.  Menyeberang dengan menggunakan perahu memang relatif singkat, hanya memakan waktu sepuluh hingga 15 menit.

BACA JUGA:

Geopark Ciletuh Masuk UNESCO Global Geopark

Rusak Parah, Jalan Menuju Lokasi Pulau Mandra Geopark Ciletuh Sukabumi

Marwan: Geopark Ciletuh akan Masuk Kurikulum Sekolah di Kabupaten Sukabumi

Berbeda jika harus menyusuri jalan darat yang jaraknya cukup jauh dan memutar, dengan kondisi jalan yang tidak bagus, bisa memakan waktu hingga satu jam untuk mencapai lokasi yang sama, yaitu Desa Ciwaru dari Mandrajaya, atau sebaliknya.

“Kalau lagi pasang dan musim hujan sering banjir, kadang kita nggak beroperasi, penumpang juga pada takut, kalau airnya besar,” lanjut Ramdan yang bisa mengantongi uang paling sedikit Rp100 ribu dalam sehari.

Warga sebenarnya ingin dibangun jembatan permanen di Sungai Ciletuh ini, terutama yang menghubungkan Kampung Cikadal dengan Kampung Palampang, Desa Ciwaru. “Kalau ada jembatan lebih mudah, kita ke sekolah tak perlu repot nyebrang pakai perahu, seragam sering basah,” ucap Dewi Anjani (13) salah seorang pelajar pelanggan perahu getek.

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI