Sukabumi Update

Jika Hujan, Begini Penampakan Pasar Cibadak Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Kenyamanan pembeli menjadi salah satu masalah di pasar tradisional di Kabupaten Sukabumi. Suasana pasar yang kumuh, kotor, dan tidak rapi, membuat keberadaannya sulit mengundang pembeli untuk datang, jika harus head to head dengan pasar semi modern atau bahkan modern.

Kondisi bangunan alakadarnya, membuat pasar tradisional Cibadak, Kabupaten Sukabumi semerawut. Pasar ini memang masih dalam proses pembangunan menjadi pasar semi modern, namun bagian belakang pasar yang sudah lebih dulu dibangun dan beroperasi, tidak lebih baik dari pasar-pasar tradisional lainnya. Becek, terutama saat hujan deras mengguyur.

Rabu (15/3), hujan deras yang mengguyur Kota Cibadak, membuat suasana di dalam pasar kacau. Air hujan yang tak tertampung sistem drainase yang baik, meluber ke lapak-lapak pedagang. Bahkan di salah satu sudut, tumpahan air hujan dari bagian atas bangunan seperti curug atau air terjun, mengalir deras tak terbendung.

BACA JUGA:

Perwapas Cibadak Harap DPRD Kabupaten Sukabumi Lindungi Pasar Tradisional

Tujuh Komoditi Turun Harga di Pasar Cibadak Kabupaten Sukabumi

Dampak Cuaca pada Harga Kelapa Parut di Pasar Cibadak Kabupaten Sukabumi

Akibatnya jalan di depan lapak pedagang tak bisa dilalui karena sempat terendam air setinggi 15 centimeter lebih. Pedagang pun memilih berhenti jualan selama banjir dan menutup dagangan mereka dengan terpal plastik karena takut rusak terkena air hujan.

Salah seorang pedagang buah-buahan di Pasar Cibadak, Hernawati (55) mengakui jika kondisi ini sudah terjadi sejak awal ia menempati lapak tersebut. “Setiap hujan besar selalu kebanjiran, pengunjung pun tak berani masuk, karena banjir dan pasti basah,” jelas Herniawati yang tinggal di Kampung Situsaeur RT 01/11, Kelurahan/Kecamatan Cibadak.

Hal senada diungkapkan pedagang sembako yang sempat mengalami kerugian akibat barang dagangannya basah, terkena kucuran air hujan. “Sudah kami laporkan lewat Perwapas (Persatuan Warga Pasar-red), jalur pembuangan airnya harus diperbaiki, jangan seperti curug habis barang kita basah semua,” sambung Nurhayati (50) pedagang besar dan sembako.

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI