SUKABUMIUPDATE.com - Maraknya tindak kekerasan berkedok permainan Skip Challenge dan Pas Out Challenge yang terjadi di kalangan pelajar sekolah, disoroti serius Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.
Sebagai antisipasinya, pihak Disdik mengirimkan surat edaran ke seluruh sekolah untuk melarang dan mengawasi ketat adanya permainan tersebut di lingkungan sekolah.
"Permainan ini seperti menekan dada sekeras-kerasnya selama beberapa waktu dan menyebabkan anak menjadi kejang. Setelah beberapa waktu anak akan siuman kembali dan ini mengandung unsur kekerasan," ujar Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi, Maman Abdurahman kepada sukabumiupdate.com, Jumat (17/3).
Dijelaskan Maman, ada tiga poin arahan yang tertera dalam surat edaran tersebut. Yakni, melarang para siswa untuk melakukan kegiatan atau permainan Skip Challenge dan Pas Out Challenge yang mengandung unsur kekerasan.
"Para kepala sekolah beserta para jajarannya agar melakukan pengawasan aktivitas pembelajaran para siswanya di sekolah masing-masing," katanya.
Pihak sekolah juga diimbau untuk mampu mendeteksi dini kenakalan remaja dan tawuran, bersama unsur institusi terkait yang ada di wilayah kerja masing-masing.
"Sampai saat ini kami belum menerima laporan kejadian akibat permainan itu, makanya kami lakukan langkah pencegahannya," tandas Maman.
Editor : Administrator