SUKABUMIUPDATE.com – Jembatan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, semakin rusak parah. Sisi hingga tengah jembatan berlubang besar. Dikuatirkan, jika tidak segera diperbaiki, jembatan itu tidak bisa dilintasi kendaraan, dan sangat mengancam jiwa pengendara.
Pantauan sukabumiupdate.com, Senin (17/4), lubang menganga itu berdiameter 30 centimeter dan panjang dua meter. Kerusakaan jembatan tersebut sudah terjadi semenjak beberapa bulan terakhir ini. Masyarakat sekitar dan pengguna jalan, sebenarnya sudah melaporkan kerusakan itu kepada pihak Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, namun hingga sekarang belum ada perbaikan.
Ketua RW 09, Desa Pamuruyan, Pariddudin (67) menjelaskan, jembatan itu kali terakhir diperbaiki tahun 1982, dan baru akhir-akhir ini rusak. Ia menduga, rusaknya jembatan itu akibat tingginya voulme kendaraan yang melintas dengan tonase berat.
“Sering ada tambal sulam memang. Tapi bulan lalu, jembatan itu sempat amblas dan membuat warga panik. Akibat jembatan bolong itu, kawasan ini sering terjadi kemacetan lalu lintas. Sudah lama jembatan itu berlubang. Sekarang memang masih bisa dilewati," ujar Pariddudin.
Tapi, dikhawatirkannya, semakin hari lubangnya semakin besar, sehingga bisa saja menimbulkan korban jiwa jika pengendara sepeda motor tidak awas. "Warga sebenarnya sudah sangat geram terhadap pemerintah yang membiarkan jembatan itu rusak,†ujarnya
BACA JUGA:
 Petugas dan Warga Kompak Urug Jalan Jembatan Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Petugas Sat Lantas Polres Sukabumi dan Warga Uruk Lubang Jalan di Jembatan Pamuruyan
Ketika Jalan Rusak Jadi Alasan Gilas Trotoar Jembatan Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Menurutnya, jembatan itu merupakan akses satu-satunya menuju Sukabumi- Bogor dan sebaliknya. Sehingga jika ambruk, atau rusak parah, akan menghambat perekonomian warga. "Kami berharap pemerintah segera memperbaiki karena jembatan ini dilintasi untuk penetingan umum. Jangan sampai lubang jembatan ini memakan korban,†katanya.
Sebenarnya, sebut Pariddudin, di lobang jembatan Pamuruyan itu sering pengendara terjebak dan terjatuh. Apabila hujan turun deras, tambah dia, jembatan itu terendam dan sering menimbulkan kemacetan.
Sejumlah pengguna jalan khawatir jembatan itu amblas dan runtuh. Sebagai jembatan penghubung utama akses Sukabumi menuju Bogor, akan sangat merugikan masyarakat Kabupaten Sukabumi.
“Kalau hancur dan tidak bisa dilewati, mau mutar ke mana pengendara?“ Seru Arya Wijaya (35), seorang pengguna jalan yang mengaku warga Desa Berekah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi.
Editor : Administrator