SUKABUMIUPDATE.com - Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi memperbaiki sekitar 800 ruang kelas tidak layak pakai, mendapat sorotan tokoh pemuda, Firman Hidayat.
Kepada sukabumiupdate.com, Senin (8/5) mengatakan, Disdik rencananya akan menggelontorkan anggaran perbaikan mencapai puluhan miliar rupiah bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Anggaran Pendapatan belanja Daerah (APBD).
Ia mengatakan, rencana pembangunan itu menjadi sorotan, karena pihak Disdik belum membuka ke publik secara detail nama serta jumlah penerima manfaat anggaran, sehingga terkesan ada main mata.
"Rencannya sih akan ada perbaikan ruang sekolah yang dikategorikan tidak layak tahun ini. Akan tetapi, belum dibuka secara resmi oleh pihak Disdik, sekolah mana saja yang akan diperbaiki," ujar Firman.
Dia mengklaim, jika data tersebut tidak segera dibuka ke publik, dikhawatirkan akan muncul oknum-oknum yang memanfaatkan situasi ini.
"Ya bisa saja ada yang mengatasnamakan siapa saja, berpura-pura akan membantu sekolah yang tidak layak tersebut untuk dimanfaatkan. Saya berharap Disdik segera mempublikasikan," tegas Firman.
BACA JUGA:
Soal Bangunan SDN Cisonggom Kabupaten Sukabumi, Kadisdik: Tahun Ini Diperbaiki
Disdik Kabupaten Sukabumi: Tak Akan Siswa Dikeluarkan Sekolah Sebab Sepatu Butut
Pelajar SDN Cisonggom Kabupaten Sukabumi: Kalau Hujan Belajar di Luar
Sementara Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi Maman Abdurahman mengatakan, belum dirilisnya nama sekolah, karena masih dalam tahap pengusulan.
“Bukan seperti itu. Kalau sudah ada panggilan bimbingan teknis (Bimtek-red), berarti sudah pasti, dan akan kami umumkan,†jelas Maman melalui pesan singkat yang diterima sukabumiupdate.com.
Ia menilai, tudingan itu terlalu jauh. Bahkan, ungkap Maman, ia mengajak seluruh elemen untuk mengawasi bersama pembangunan ruang kelas itu.
“Saat ini sekolah ruang kelasnya masih dalam tahap verifikasi oleh tim khusus. Jadi yang menetukan sekolah sasaran bukan Dinas Pendidikan,†ungkap maman.
Dalam menetukan sekolah yang layak mendapatkan bantuan, bukan haya Disdik saja. Tetapi berdasarkan penilaian Tim Khusus yang diangkat oleh Kementerian Pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dengan Direktorat Sekolah Mengah Kejuran (SMK).
“Tim khusus itu bernama Takola atau Tata Kelola Sekolah Dasar. Salah satu tim yang ditunjuk yakni SMK Negeri Gunungguruh, karena memiliki jurusan bangunan,†pungkasnya.Â
Editor : Administrator