Sukabumi Update

Ini Klarifikasi Resmi GM Radar Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Setelah mendapat somasi dari Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kabupaten Sukabumi, General Manager (GM) Radar Sukabumi Rawin Surwinoto akhirnya membuat klarifikasi resmi.

Pada intinya, klarifikasi yang itu berisi permintaan maaf yang sebesar-besarnya pada umat islam atas polemik gambar grafis terbitan Selasa (9/5) dengan tajuk berjudul "Pemerintah Bubarkan HTI".

“Tidak ada maksud kami untuk membuat atau memperkeruh suasana. Penyajian grafis tersebut berawal dari keprihatinan kami terhadap kondisi Islam tanah air saat ini yang seperti di pecah belah. Mulai dari kasus Ahok, sertifikasi ulama, dan terbaru rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh pemerintah yang terkesan tidak melalui prosedur yang sebenarnya,” terang Rawin melalui pesan WhatsApp yang diterima sukabumiupdate.com

Seperti yang disampaikan Pakar Hukum Tata Negara Yuzril Ihaza Mahendra, pemerintah tidak begitu saja membubarkan ormas berbadan hukum dan berlingkup nasional. Kecuali lebih dahulu secara persuasif memberikan surat peringatan tiga kali.

Jika langkah persuasif tidak diindahkan oleh ormas yang bersangkutan, Pemerintah dapat mengajukan permohonan untuk membubarkan ormas tersebut ke pengadilan.

BACA JUGA:

Gerakan Pemuda Islam Kabupaten Sukabumi Somasi dan Tuntut Minta Maaf Koran Lokal

GPI Sukabumi Belum Resmi Laporkan Ahok

“Berangkat dari kondisi itulah, kami berusaha menuangkan kekecewaan sikap pemerintah itu dalam bentuk grafis yang disajikan semata-mata menginterpretasikan data dan fakta tentang pembubaran HTI.  Ini semata-mata hanya menuangkan fakta dalam bentuk ilustrasi tidak ada maksud selain itu,” ujarnya.

Pemerintah yang diwakili Menkopolhukam, Menkumham, Mendagri dan Kapolri yang dilambangkan dengan Burung Garuda. Kemudian, HTI yang dibubarkan dilambangkan dengan simbol bendera. “Kenapa dicabik-cabik? karena mencerminkan pemerintah melakukan kekerasan dalam pembubaran HTI,” jelas Rawin.

Namun harus diakui, memang yang menjadi persoalan adalah gambar bendera yang dirobek. Itu, terang dia, hanya semata-mata penggambaran simbol dari HTI. Pihaknya, kata dia sekali lagi, tidak ada maksud untuk melecehkan atau menistakan agama. Dan harus diakui itu bagian dari kebablasan dalam berekspresi.

“Sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Semoga klarifikasi di atas bisa memberikan pemahaman sekaligus pencerahaan kepada masyarakat bahwa tidak ada maksud apa-apa dari kami menyajikan grafis tersebut,” pungkasnya.”

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI