SUKABUMIUPDATE.com - Ramainya pemberitaan penggerebekan gudang beras merk Ayam Jago, Maknyus, Pandan Wangi dan Rojo Lele, tidak mempengaruhi penjualan merk tersebut ditingkat pedagang Pasar Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
"Alhamdulillah tidak berpengaruh sama sekali bahkan sebelum ada berita itu, beras maknyuss maupun ayam jago laris manis habis stok dan harus order lagi, Selasa depan baru ada," ucap salah seorang pedagang Iing (40 tahun) kepada sukabumiupdate.com, Selasa (25/7/17).
BACA JUGA:Â Marak Diberitakan, Tidak Mempengaruhi Penjualan Beras Maknyuss di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi
Bahkan kata Iing, pelanggannya sering menanyakan keberadaan beras tersebut, meskipun harganya beda dengan beras lokal Sukabumi atau Cianjur.
"Lima kilogram beras maknyos Rp65.000, sedangkan Ayam Jago lima kilogram mencapai Rp500.000. Mungkin selain kualitasnya bagus, kemasan juga mempengaruhi pembeli," katanya.
Sementara pedagang beras lain Empat (53 tahun), mengaku dirinya hanya menjual beras maknyuss saja dan itupun tidak banyak hanya 25 kilogram lantaran kurang peminatnya.
BACA JUGA:Â Beras Maknyus dan Ayam Jago Diduga Oplosan, Pedagang Cicurug Kabupaten Sukabumi Alami Penurunan Penjualan
"Langganan saya kebanyakan memilih beras lokal. Adapun beras maknyuss sekarang pelengkap saja, seminggu hanya lima sampai 10 karung ukuran lima kilogram," katanya.
Sementara Rahmat Arifin (35 tahun)Â pedagang beras lainnya, lebih memilih berhenti menjual beras ayam jago, maknyos dan lainya lantaran kualitas menjadi kurang bagus.
BACA JUGA:Â Beras Diduga Oplosan Masih Beredar di Kota Sukabumi, Pemerintah dan Polisi Belum Bertindak?
"Kalau dulu sekitar tahun 2012 sampai akhir 2013 saya jual tapi karena kualitas menurun, dan harganya juga semakin melonjak, saya memilih tidak menjual dua merk yang sedang hangat dibicarakan itu, dan hanya menjual beras lokal saja," katanya.
Rahmat mengaku, ia lebih menjual beras lokal karena kualitas tidak kalah dengan beras luar. "Kalau beras lokal harga tergantung gabah. Sementara Ayam Jago atau maknyuss tidak mengikuti harga pasaran," pungkasnya.
Editor : Administrator