Sukabumi Update

Paguyuban GASS Klarifikasi Aksi Dugaan Penyerangan ke Opang Karamat Gunungpuyuh Kota Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com – Paguyuban Go-Jek Aliansi Sadulur Sukabumi (GASS), akhirnya buka suara soal kedatangan sejumlah driver Go-Jek ke ojek pangkalan (Opang) Karamat di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (28/7/2017).

Anggota Paguyuban GASS yang juga driver Go-Jek, Dani Efendi (44 tahun) menjelaskan kedatangan para driver Go-Jek ke Opang Karamat, yakni akibat terpancing sekaligus minta penjelasan soal tulisan di spanduk, terutama kata-kata atau kalimat "Masuk Rajet" dalam pamphlet yang di tempel di tembok.

BACA JUGA: Opang Karamat Gunungpuyuh Kota Sukabumi Diserang Ojek Online

"Sebetulnya, kemarin itu para driver terpancing dengan adanya tulisan tersebut. Namun, saya berusaha untuk meredamnya dan inisiatif mendatangi Opang sendirian buat klarifikasi serta menanyakan tulisan tersebut. Meskipun kata mereka bukan ditujukan pada personel, tapi barang," jelas Dani, saat berbincang-bincang dalam silaturahminya ke redaksi sukabumiupdate.com, Sabtu (29/7/2017).

Dani menegaskan tidak ada komando atau ajakan driver Go-Jek bergerombol untuk datang ke Opang Karamat, yang dinilai masyarakat seperti melakukan penyerangan tersebut.

"Kami memang tidak mempermasalahkan bentangan spanduk, namun tulisan atau kata-kata dalam poster (Pamphlet) yang menurut hemat saya sebagai ancaman dan kedatangan para driver Go-Jek spontan bergerak ke pangkalan. Untung saya dapat meredamnya sehingga tidak terjadi bentrokan dan tidak lama pihak Polsek Gunungpuyuh datang, lalu melakukan mediasi," bebernya.

BACA JUGA: Perwal Belum Terbit, Ojek Online Kota Sukabumi Harus Bersabar

Dani pun menambahkan terkait kejadian kemarin, dirinya memohon maaf kepada masyarakat, agar tidak berpikiran miring karena itu spontanitas driver Go-Jek yang merasa terancam dan bukan kejadian yang diinginkannya.

"Kami juga sama mencari nafkah untuk anak dan istri di rumah dan berusaha semaksimal mungkin membantu serta memudahkan masyarakat dalam bepergian atau beraktivitas," terangnya.

BACA JUGA: Keberadaan Ojek Online, Bikin resah Opang di Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Dani berharap, pemerintah dapat membantu membuat regulasi untuk Go-Jek, seperti halnya di daerah lain agar dalam bekerja dapat leluasa dan terhindar dari ancaman yang dapat membahayakan, baik driver ataupun penumpangnya.

"Kami berharap mempunyai legalitas yang jelas, sehingga kami dapat memakai atribut sebagai khas ojek online dan bagi siapa saja Opang yang mau bergabung dengan kami tentu sangat terbuka luas agar dapat mencari nafkah bersama," harapnya.

BACA JUGA: Ojek Pangkalan Kota Sukabumi Mulai Komentari Keberadaan Ojek Online

Intinya tegas Dani, ini atas dasar inisiatif paguyuban dan driver Go-Jek untuk mengcover dan meredam teman-teman Go-Jek yang tersulut emosi agar tidak terjadi kembali hal serupa.

"Adapun sempat terjadi postingan di media online (Facebook), tidak ada maksud untuk menyudutkan media. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk kondusif dan merangkul Opang," tukasnya.

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI