SUKABUMIUPDTE.com – Bagi keluarga, meninggalnya SR (8 tahun) siswa kelas II SD Negeri Longkewang, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bukan hanya menyisahkan duka mendalam.
Namun, menyisahkan misteri karena hinga kini belum mengetahui secara pasti penyebab kematiannya. Banyak pihak mengatakan SR meninggal bukan karena dipukul atau berkelahi. Namun dokter forensik mengatakan ada bekas memar di bagian pelipis kanan korban.
Dari itu, pihak keluarga ngotot agar jenazah SR diotopsi, guna memastikan secara pasti penyebab, sekaligus pembelajaran bagi masyarakat dan dunia pendidikan, yang kurang awas akan lingkungan sekolah. “Jangan sampai kejadian serupa menimpa masyarakat lain," ujar Abdulrohim (37 tahun), kakak korban.
BACA JUGA:Â SR Siswa Kelas II SDN Longkewang Kabupaten Sukabumi Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP
Ditambahkan Abdulrohim, dimata keluarga, SR anak pasangan Turki (72) dan Ijah ( tahun) warga Kampung Citiris, Desa Hegarmanah ini, terkenal rajin shalat lima waktu. “Setiap mendengar adzan, adik saya itu selalu bergegas wudhu dan shalat. Ia tidak pernah meninggalkan shalat,†kenang dia.
Ia mengaku sangat terpukul atas kejadian itu. Selain belajar di Sekolah Dasar, tambah dia, SR juga mengeyam pendidikan di Madrasah Diniyah Longkewang. “Dan setiap menjelang maghrib, adik saya ini selalu ke masjid untuk shalat dan mengaji,†tambahnya.
Editor : Administrator