SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat di Kampung Ciganas Desa Nagrak Utara Kecamatan Nagrak, dan Kampung Nyalindung Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, krisis air bersih.
Informasi dihimpun, masyarakat di dua daerah yang kini tengah mengalami krisis air bersih tersebut, salah satunya diakibatkan kemarau berkepanjangan. Sehingga air bersih pun kini sulit didapat mereka.
Kini, masyarakat tersebut terpaksa memanfatkan air bersih yang ada disalah satu pabrik Singkong milik salah seorang masyarakat di Kecamatan Cibadak. Air bersih yang mereka pergunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti air minum itu sudah tertampung di satu kubangan kolam yang biasa dipakai mencuci Singkong.
BACA JUGA:Â Kedusunan Kubang dan Bantarjati Kabupaten Sukabumi Darurat Air Bersih
“Di sini kenyatannya sekarang sedang musim kemarau, jadi krisis air bersih. Sehingga, masyarakat di Desa Munjul, dan Desa Nagrak Utara, sangat membutuhkan air bersih setiap memasuki atau kemarau tiba,†ujar Ojang (52 tahun), masyarakat Nyalindung, Kecamatan Ciambar, kepada sukabumiupdate.com. Senin (4/9/2017).
Tapi, kalau di Desa Munjul, kata Ojang, tahun lalu (2016) sudah mendapatkan bantuan, berupa sumur bor. “Berhubung rusak, terpaksa masyarakat Nyalindung pun mengambil air di sini,†terangnya.
Sejak pagi hingga sore hari, sambung dirinya, tak henti-hentinya masyarakat yang mengambil air di lokasi tersebut. “Walau pun satu titik (Sumbernya), Alhamdulillah, airnya tidak kering-kering. Meski kemarau panjang, hanya jaraknya jauh saja dari permukiman masyarakat,†keluhnya.
BACA JUGA:Â Atasi Kesulitan Air Bersih di Kabupaten Sukabumi, Tangki Peduli Kemanusian Diterjunkan
Bagi yang tidak memiliki kendaraan, seperti motor, sambungnya, terpaksa masyarakat harus naik ojek dengan ongkos Rp10 ribu per tiga jerigen.
“Jadi, tiap hari menggunakan motor. Ada juga yang membawa jerigen dengan mobil. Harapan kami kepada pemerintah, tolonglah dibantu,†pintanya.
Kalau buat di Desa Nagrak Utara, sebut Ojang, di daerah Cigadog sebetulnya terdapat sumber mata air, namun tentunya dana atau anggaran yang diperlukan tak sedikit, sementara untuk di di Desa Munjul sendiri tidak ada, kecuali membuat sumur bor.
“Kami pun sama dengan masyarakat Munjul, susah mendapatkan air bersih. Makanya ikut mengambil ke tempat tersebut (Pabrik Singkong).
BACA JUGA:Â Delapan Kecamatan Kesulitan Air Bersih, Pemkab Sukabumi Akan Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan
“Kami ini dari Kampung Ciganas, makanya untuk mengambil air bersih ke sini itu harus menempuh jarak kuarang lebih satu Kilometer (Km). Kami berharap inginnya itu ada sumur bor, jadi tidak mengambi ke sini kalau ada (Sumur bor) kan enak. Jadi semua masyarakat tertampung, kebagian air,†harap Jaya (58), masyarakat lainnya dalam kesempatan terpisah.
Ia pun mengaku agak kesulitan untuk mengambil air di lokasi tersebut karena harus ikut mengantre dengan masyarakat lainnya yang secara bergiliran.
“Kita saja kalau di sini lambat, harus nunggu antrean apalagi ini pabrik aci (Tapioka),†pungkasnya.
Editor : Administrator