SUKABUMIUPDATE.com - Rasanya, pengalaman yang dialami oleh Yusuf  Iskandar (40 tahun), korban hilang yang selamat di Curug Ciheulang, Kabupaten Sukabumi, tidak akan pernah terlupakan di masa hidupnya.
Yusuf yang hilang selama tiga hari, Yaitu sejak Sabtu (9/9/2017) hingga Selasa (12/9/2017), menceritakan beberapa kisah pengalamannya, selama hilang di Curug Ciheulang, kepada sukabumiupdate.com, Kamis (14/9/2017).
BACA JUGA:Â Hilang Beberapa Hari di Curug Ciheulang Kabupaten Sukabumi, Yusuf Ceritakan Kisahnya
Perjalanan pulang dari Curug Ciheulang, merupakan awal dari kisah pilu yang dialami oleh guru bahasa Inggris ini. Yusuf memanfaatkan dedaunan dan air untuk menambah asupan makanan ke dalam tubuhnya.
Selama tiga malam, tersesat di dalam hutan Curug Ciheulang, Yusuf tidak pernah tidur. Dia hanya berjalan memutari area curug tersebut, untuk mencari arah menuju titik semula dia berangkat, tapi hasilnya nihil.
BACA JUGA:Â Ditemukan, Guru SMA yang Hilang di Curug Ciheulang Kabupaten Sukabumi Selamat dan Dievakuasi
Malam pertama, Yusuf tidur dekat tebing jurang Curug Ciheulang, dalam kondisi turun rintik hujan dengan dingin yang begitu kuat, tapi ada munculnya bulan. Yusuf yang hanya menggunakan jaket seadaanya menggigil kedinginan.
Malam semakin larut, ketakutan Yusuf pun kian menjadi, angin bertiup sangat kencang, suara dahan pohon yang kecil pun terdengar sangat jelas.
BACA JUGA:Â Guru yang Hilang di Curug Ciheulang Kabupaten Sukabumi, Akhirnya Ditemukan
Dia tidak berhenti berdoa, terus memanjatkan wirid tak henti-hentinya. Sekitar pukul 04.00 WIB, begitu hujan sudah reda, dia mulai berjalan lagi mencari jalan pulang. Terang bulan membantu Yusuf untuk berjalan di tengah gelapnya hutan.
"Saya berjalan lagi sekitar jam empat pagi untuk mencari jalan, untungnya lagi terang bulan, tiap ada yang gelap saya berhenti, terus saja begitu. Saya mencari sumber air, akhirnya saya menjatuhkan diri, sepatu booth pun saya biarkan lepas. Saya engga tidur sama sekali, karena perut lapar ditambah dingin juga,†kata Yusuf, sambil berusaha mengingat kejadian yang dialaminya.
Pagi hari menjelang, Yusuf terus berjalan tanpa henti, sampai akhirnya benar-benar dia menemukan tempat buat berteduh di malam hari. Dia menemukan sebongkah batu besar, yang membentuk ruang kecil. Bentuk atapnya oleh batu dan kiri kanan dihimpit batu besar yang bisa digunakan untuk istirahat.
Sore menjelang, sekitar pukul 16.00 WIB, Yusuf melihat orang yang berbaju putih berada di atas tebing, mempunyai rambut hitam, dan melihat ke arahnya tanpa henti, tanpa gerak sedikit pun.
BACA JUGA:Â Tim SAR Sukabumi masih Cari Keberadaan Yusuf, Korban Hilang di Curug Ciheulang
“Menjelang ashar hari kedua, saya melihat seseorang yang berada di atas tebing, terlihat jelas sekali. Seperti orang yang duduk dan menatap ke arah saya. Memakai baju putih, berambut hitam, tapi muka terlihat gelap. Dia terus menatap ke arah saya, tanpa henti kurang lebih hampir dua jam. Saya perhatikan sedikit demi sedikit, terdengar seperti ngobrol, dia terus saja masih memperhatikan saya. Sampai akhirnya, menjelang magrib, dia menghilang,†ungkap Yusup dengan nada ketakuan.
Malam pun kembali tiba, Yusuf masih seorang diri, dia berusaha berdoa dan tetap tenang sebisa mungkin. Malam semakin gelap, suara petir menghantui Yusuf pada malam itu. Tidak kurang dari sejam, petir saling bergemuruh, tapi tidak setetes pun air hujan yang turun, hanya petir.
“Malam kedua, saya berusaha tetap tenang dan berdoa. Guludug (pertir-red) begitu sangat keras, tanpa henti. Hampir sejam petir menakuti saya, anehnya tapi tidak turun hujan sedikit pun,†tambah Yusuf.
Hari Senin (11/9/2017), kegiatan Yusuf masih sama, mencari jalan pulang, untuk menemui sanak saudara, berjalan tanpa henti. Berdoa dan sholat masih tetap dia jalankan. Berharap, kejaiban akan datang untuk membawanya kembali pulang.
BACA JUGA:Â Ini Tanggapan Rekan Kerja Yusuf, Korban Hilang di Curug Ciheulang Kabupaten Sukabumi
“Saya sempat frustasi mencari jalan, hari senin terasa lebih lama, tidak seperti biasanya, karena tidak ada orang yang bisa diajak untuk ngobrol. Tetapi setiap paginya, selalu ada burung yang indah mendekat dan diam ke arah saya, terus bernyanyi,†tutur Yusuf sambil tersenyum.
Malam ketiga di hutan Curug Ciheulang, Yusuf masih ditemani dengan dinginnya malam, dan gelapnya hutan. Terlihat empat cahaya di atas pohon yang besar. Yusuf mengira, itu adalah orang yang akan menjemput dia, ternyata bukan.
“Kira-kira, sekitar jam delapan malam, terlihat empat cahaya seperti baterai, saya mengira itu adalah orang yang akan menjemput saya. Ternyata bukan, empat cahanya itu berputar kencang, tanpa henti. Hingga membentuk cahaya kecil berkilauan. Kemudian, satu cahayanya lagi menghampiri saya. Waktu itu, saya tidak berhenti berdoa sekuat tenaga. Sampai akhirnya, cahaya tersebut hilang secara tiba-tiba.
BACA JUGA:Â Guru SMA Hilang di Curug Ciheulang Kabupaten Sukabumi Dikenal Baik dan Pendiam
Keesokan harinya, Selasa (12/9/2017), Yusuf masih dalam keadaan bugar dan suara dia pun sudah bisa kencang dan terdengar jelas. Pagi hari, dia terus berjalan dan masih dengan harapan yang sama, yaitu pulang. Sekiranya pukul 10.00 WIB, dia mendengar ada beberapa orang yang sedang berteriak.
“Hari selasa pagi, saya masih berjalan mencari jalan pulang. Dari kejauhan terdengar ada yang memanggil nama saya. Sup, Sup, Sup.. begitu yang saya dengar. Tidak pikir panjang, saya langsung membalas teriakan tersebut. Saya berteriak, tolong, tolong, tolong, saya di bawah, saya pengen pulang,†kata Yusuf, sambil memperlihatkan raut muka sedih.
Mendengar suara Yusuf, petugas dari tim SAR akhirnya bergegas menuju keberadaan Yusuf. Kurang lebih ada lima orang tim SAR yang menghampiri Yusuf.
“Ketika melihat tim SAR, saya langsung menangis karena gembira, sedih campur aduk, kurang lebih ada lima orang tim SAR yang menemui saya,†tambah yusuf dengan nada lirih.
BACA JUGA:Â Duh, Guru SMA Al Falah Hilang di Curug Ciheulang Kabupaten Sukabumi
Akhirnya, Yusuf Iskandar, guru SMA yang mengajar bahasa Inggris itupun ditemukan dalam kondisi selamat, pada Selasa (12/9/2017) sekitar pukul 10.00 WIB di aliran sungai Ciheulang, Desa Pasirdatar, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, oleh tim SAR gabungan.
Kini, Yusuf Iskandar sudah kembali dan berkumpul bersama keluarganya, di Kampung Kongsi, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dengan kondisi yang sehat dan lebih baik.
“Saya senang bisa kembali lagi dan berkumpul dengan keluarga. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menemukan dan mendoakan saya. Mohon maaf atas kejadian ini, telah merepotkan semuanya. Sekali lagi saya berterima kasih kepada semuanya,†tutup Yusuf, dengan senyum tersungging di bibirnya.
Editor : Administrator