Sukabumi Update

Soal Beredarnya Upal, Kapolsek Cikakak Resor Sukabumi Minta Masyarakat Waspada

SUKABUMIUPDATE.com – Kapolsek Cikakak, AKP Joko Sodiro menyatakan, belum ada masyarakat Sukamaju yang membuat laporan, terkait adanya temuan uang palsu (Upal) beredar di masyarakat.

"Hingga kini, belum ada laporan masyarakat, terkait adanya Upal beredar dan bikin resah masyarakat Sukamaju," sampainya kepada sukabumiupdate.com ketika dikonfirmasi, Jumat (22/9/2017).

BACA JUGA: Warga Sukamaju Kabupaten Sukabumi Diresahkan Beredarnya Upal

Joko meminta kepada masyarakat, serta para pelaku usaha untuk selalu waspada, memeriksa setiap uang, terutama pada pecahan-pecahan Rp100 ribu, dan Rp50 ribuan. Lakukan pemerikaan, kata dirinya, dengan melihatnya secara teliti, meraba, dan menerawang, untuk menghindari penipuan Upal.

“Saya kira, masyarakat sudah tahu, caranya mengenali Upal, yaitu dengan 3D (diraba, dilihat, ditrawang) seperti warna pucat, luntur, gambarnya patah-patah, dan tidak secerah uang asli,” tandasnya.

BACA JUGA: Edarkan Upal, Polsek Parungkuda Kabupaten Sukabumi Bekuk Pemuda Asal Jawa Tengah

Untuk itu, pihaknya mengimbau, apabila masyarakat menemukan hal tersebut untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian, dengan cara pada saat bersamaan, upayakan memperlambat komunikasi dengan orang tersebut, sambil menunggu kedatangan polisi, atau bila yakin pelaku sengaja mengedarkan Upal, amankan pelaku, namun jangan main hakim sendiri, serta segera serahkan kepada polisi.

“Bila hal tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan, maka upayakan mengingat, mencatat ciri-ciri pelaku, pakaiannya, perhiasannya, mungkin tatto, cara bicara juga jangan lupa catat, kendaraan yang digunakan, jenis, warna, dan nomor polisinya (Nopol),” imbaunya.

BACA JUGA: Beredar Uang Mainan Rp10 Ribu, Pedagang Kota Sukabumi Resah

Sedangkan, mengenai kasus atau temuan Upal oleh masyarakat Sukamaju, kepada korban, dirinya meminta untuk membuat laporan ke Mapolsek, supaya bisa ditindaklanjuti serta bisa ditelusuri.

“Saya rasa, masyarakat tidak perlu resah. Kita harapkan, kasus ini tak berkembang. Intinya, seluruh masyarakat bisa mengantisipasi dan waspada, agar tidak menjadi korban,” tutupnya.

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI