SUKABUMIUPDATE.com - Sosialisasi rencana renovasi bangunan Klenteng Yayasan Gema Cita Nusantara (YGCN) di Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendapatkan penolakan dari Ormas.
“Saya harap, dengan kehadiran kami bisa diterima di Kecamatan Cicurug. Adapun untuk rencana renovasi klenteng yang terletak di Kampung Cipari Girang, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, dulu pernah sosialisasi. Saya coba mensosialisasikan keatas lagi, supaya timbul pengertian dan tidak ada kesalahpahaman kedepannya,†ujar Pengurus Harian YGCN, Hendri Dunaant Patty, kepada sukabumiupdate.com, Kamis (28/9/2017).
BACA JUGA:Â Lelang Jaminan Nasabah Tanpa Pemberitahuan, Ormas GOIB Geruduk Bank Mega Sukabumi
Ia pun menceritakan kronologis rencana renovasi Klenteng tersebut. “Jadi cerita awalnya, kita melihat ada satu lokasi di Tenjolaya, luasnya 1,6 hektare (Ha). Itu akan kami bangun lima villa, cuma di sampingnya itu ada satu Klenteng yang ada nilai sejarahnya. Kondisi bangunannya sudah lapuk. Kita berniat untuk merenovasi Klenteng tersebut, agar bisa menunjang agrowisata,†tuturnya.
Renovasi Klenteng tersebut, menurutnya bakal berkesinambungan terus. “Akan ada kegiatan tahunan yang memang sudah sering kita laksanakan. Seperti Baksos, dan pemberian ambulans ke Desa Tenjolaya, buat warga Cipari,†ucap Hendri.
BACA JUGA:Â Giliran GOIB Geruduk Kejari Kabupaten Sukabumi
Namun dari hasil sosialisasi hari ini, dirinya mengaku sedikit kecewa karena adanya penolakan oleh Ormas yang hadir. “Namun demikian, apapun hasilnya dalam kesempatan ini akan saya sampaikan ke rapat yayasan di Jakarta. Sampai nunggu keputusan dari pusat,†terangnya.
Sementara Ketua DPW GOIB Utara, Ade Jaenal Abidin mengatakan tidak setuju dengan rencana tersebut. “Jujur saja saya tidak setuju, saya yakin yang ada di sini sudah tahu, peraturan pembangunan tempat ibadah itu harus ada mayoritas agama tersebut,†ujarnya dalam kesempatan sama.
Editor : Administrator