Sukabumi Update

Pesta Demokrasi di Kabupaten Sukabumi, Sepasang Guru Ngaji Ini Tinggal di Rutilahu

SUKABUMIUPDATE.com - Bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, saat ini sedang berlangsung pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Dimana masyarakat desa memilih para calon pemimpinnya untuk bisa mensejahterakan, serta berharap merasakan beban masyarakat.

Namun, hal itu tidak dirasakan sepasang suami istri (Pasutri) Zaenal Arifin (47 tahun), dan Ucu Iklimah (29 tahun) yang juga merupakan guru ngaji di Parungseah Kidul, Desa Parungseah RT 04/07, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi.

Jangankan pesta demokrasi untuk merasakan kenyamanan, serta mencukupi kehidupannya saja harus rela banting tulang.

BACA JUGA: Derita Warga Warungkiara Kabupaten Sukabumi, Belasan Tahun Tempati Rutilahu

Rumah berukuran 8 X 9 meter berdinding bilik, dan kayu, sudah mulai lapuk, atap genting bocor, atap langit pun tampak bolong, sehingga apabila turun hujan penampakan air terjun dari langit-langit rumah sudah dianggap biasa, bahkan sesekali, Zaenal mengaku harus berjibaku menyiapkan ember, baskom, dan perabotan lainnya untuk menampung air.

"Kalau hujan deras, pada bocor, ruang tengah, dan kamar. Makanya, kalau hujan, ngumpul, semuanya satu kamar," ujar Zaenal, kepada sukabumiupdate.com pasrah, saat ditemui, Minggu (22/10/2017).

Zaenal mengaku bukannya tidak mau untuk membetulkan atap gentingnya, tapi karena sudah agak rapuh, khawatir malah amruk.

Kalaupun direhab, Zaenal kembali mengaku, belum ada uang untuk membangunnya, sedangkan bantuan dari pemerintah sendiri, belum pernah ada, selama tinggal enam tahun di rumah tersebut.

"Yang ambil foto sih udah ada, didata juga. Tapi sampai sekarang. belum ada. Katanya belum cair," tutur Zaenal.

BACA JUGA: Gelar Baksos, TNI AL Lanal Bandung Bangun Rutilahu dan Sarana Peribadatan di Ciracap Kabupaten Sukabumi

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Zaenal mengandalkan kuli tani, dan pengajian rutinan yang digeluti sehari-hari.

"Yakin saja, rezeki tidak bakalan ke mana? Yang penting bersyukur, dan mau berusaha, serta ikhlas," imbuhnya optimis.

Setiap harinya, bapak dua anak ini mengaku mengajar ngaji 70 anak-anak masyarakat sekitar, dan hanya libur pada malam Jumat, karena harus mengaji juga, di Pesantren An-Nidzom, Selabintana.

"Kalau ditanya harapan, semua juga sama, pengen ada perubahan. Tinggal di tempat yang nyaman," tutup Zaenal.

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI