SUKABUMIUPDATE.com – Kondisi ruas Jalan Pelita Palabuhanratu, menuju Desa Jayanti, atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), sudah lama rusak dan belum mendapat perbaikan, sejak setahun lalu.
Tak ayal, kondisi inipun dikeluhkan warga Jalan Pelita, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
BACA JUGA:Â Ruas Jalan Raya Citepus Km II Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi Amblas
Ujang (40 tahun), warga Kampung Majlis RT 03/19, Kel Palabuhanratu, mengatakan kondisi jalan yang hancur dan banyak lobang di sana sini, sudah memakan banyak korban.
"Ya, dimulai dari pertigaan Jalan Cahaya Fajar, sampai Kampung Pilar, kondisinya sangat memprihatinkan. Sudah banyak jatuh korban di jalan ini. Ada yang patah kaki, bahkan sampai yang meninggal juga ada.
Pernah terjadi dulu," ujar Ujang, kepada sukabumiupdate.com, Senin (6/11/2017).
BACA JUGA:Â Jalan Amblas di Waluran Kabupaten Sukabumi Ancam Keselamatan
Ujang menambahkan, ruas jalan sepanjang kurang lebih satu Kilometer (Km) tersebut pernah mendapat perbaikan, sekitar setahun lebih.
Namun sambungnya, itupun berupa tambal sulam yang hanya bertahan dua sampai tiga hari kekuatannya. "Dulu, kalau tidak salah, sebelum tahun baru, pernah diperbaiki, tapi tidak sampai sebulan rusak lagi, malah lebih parah. Nah, sekarang sudah mau tahun baru lagi," imbuhnya.
.jpg)
Sementara Idoy (55 tahun), warga lainnya mengaku tidak habis pikir dengan pemerintahan yang sekarang. Menurutnya, proses pembangunan jalan, seperti pilih-pilih tempat.
“Kenapa yang mengajukan di sini, tapi yang mendapatkan perbaikan malah di kampung lain. Aneh, jalan dari Cipatuguran, PLTU Palabuhanratu, sampai Kampung Pilar, sudah di hotmix. Dari Kampung Pilar, sampai pertigaan Cahaya Fajar, tidak. Aneh, ada apa gerangan?," tanya Idoy, dalam kesempatan sama.
Idoy pun meminta Pemerintah Kabupaten (Kabupaten) Sukabumi, secepatnya memperbaiki jalan tersebut, jangan sampai menunggu jatuh korban lebih banyak lagi.
 BACA JUGA: Hancur, Warga Keluhkan Akses Jalan Pasir Panjang Kabupaten Sukabumi
"Jangan diukur-ukur terus lah, kalau bisa mah cepat diperbaiki. Sudah bosan lihatnya. Pengajuan dari tahun 2006, ke sana sini, ke anggota dewan manapun sampai sejauh ini belum ada tanggapan. Padahal, ini jalan hidup, artinya jalan yang tidak pernah sepi. Aneh warga di sini juga, ada apa ini?," sampainya.
Pantauan di lapangan, tampak air masih menggenangi ruas jalan tersebut meski tidak turun hujan, para pengendara pun harus ekstra hati-hati melewati jalan tersebut, karena kondisinya bergelombang serta berlobang.
Editor : Administrator