SUKABUMIUPDATE.com - Hastag dua tahun mundur untuk Bupati Sukabumi yang ramai diperbincangkan, baik di media sosial, maupun media massa, membuat Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sukabumi, Yusup Maulana angkat bicara.
Menurut Yusup, terkait dengan #duatahunmundur tersebut bukan hanya dijadikan bahan perdebatan, namun perlu ada kejelasan penilain, artinya, menurut Yusup tidak secara politis penilaiannya, tapi harus berdasarkan parameter akademis.
BACA JUGA:Â Soal Dua Tahun Mundur, Bupati Sukabumi Diminta Konsisten
"Harus jelas dulu parameter keberhasilan apa? dan kegagalanya apa? seperti yang ada dalam apa visi misinya dan lima program prioritas," ujar Yusup kepada sukabumiupdate.com disalah satu hotel, di Jalan Selabintana, Selasa (12/12/2017).
Lebih lanjut Yusup mengatakan, jika ternyata kinerjanya dalam dua tahun tidak sesuai dengan visi misi, mereka harus legowo dengan konsekwensi yang harus diterimanya, namun jika ternayata ada capain yang jelas dalam kinerjanya, yang berteriak Bupati mundur pun harus terima hasil kinerjanya.
BACA JUGA:Â Pernyataan Dua Tahun Mundur, Bupati Sukabumi: Saya Hanya Mengilustrasikan
"Harus dikaji secara terbuka dulu, tahun pertama capaiannya apa, tahun kedua juga apa, dan dipublikasikan hasilnya seperti apa, rencananya seperti apa, yang fair jangan asal bicara saja," tutur pria yang biasa disapa Aka.
Namun demikian, Yusup juga setuju apabila Bupati Sukabumi tidak sesuai dengan janji-janjinya serta berdasarkan hasil kajian akademi gagal. "Saya setuju kalau tidak sesuai dengan janji dan penilain kajian secara akademik ternyata gagal, Bupati harus rela mundur," tegasnya.
BACA JUGA:Â Badri Suhendi Sebut Tak Perlu Gunakan #2tahunmundur
Selama perjalanan Bupati dua tahun ini, Yusup juga tidak menampikan ada kekurangan, dan kelebihan. " Kekurangannya, mungkin beberapa harapan-harapan masyarakat terlalu jauh tidak tercapai, tetapi ada juga yang tercapai terlihat hasilnya yang bisa dilanjutkan kembali," pungkasnya.
Editor : Administrator