Sukabumi Update

Cerita Kadisdukcapil Kabupaten Sukabumi Dimaki-maki Anggota Dewan yang Minta Dilayani e-KTP

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi, menolak melayani oknum yang memanfaatkan pelayanan e-KTP untuk kepentingan pribadi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sofyan Effendi saat menggelar rapat tentang pelayanan keadministrasian penduduk melalui sistem pelayanan online di aula Kecamatan Parungkuda, Selasa (16/1/2018) siang.

BACA JUGA: Disdukcapil Kabupaten Sukabumi Bakal Pakai Sistem e-Katalog

Ia mengatakan, 10 ribu e-KTP Print Ready Record (PRR) yang tersebar se-wilayah tiga akan segera dicetak. Jumlah e-KTP yang sebanyak itu merupakan kepentingan masyarakat dan harus dijaga dari kepentingan oknum yang sering kali mengatasnamakan warga.

"Seluruh PRR akan segera dicetak. Sesuai data ada 10 ribu yang siap dicetak, sehingga e-KTP tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik" ujarnya

BACA JUGA: Kinerja Mencapai Target, Kemendagri Berikan Penghargaan Disdukcapil Kabupaten Sukabumi

Sofyan mengungkapkan belum lama ini terjadi, seorang anggota dewan mendatangi kantor Disdukcapil dengan membawa ribuan dokumen persyaratan e-KTP. Anggota dewan tersebut meminta e-KTP yang dibawanya harus selesai secepatnya sambil memaki-maki.

Anggota dewan tersebut juga mengancam akan memindahkan Sofyan.

"Seseorang didampingi anggota dewan (datang). Mereka membawa ratusan bahkan ribuan persyaratan e-KTP dan memaki-maki saya di kantor. Ingin pembuatan e-KTP agar secepatnya selesai, yang bener saja." tegas Sofyan.

BACA JUGA: Urus Data Kependudukan, Pengunjung PRS ke-2 Padati Stand Disdukcapil Kabupaten Sukabumi

Sofyan menghawatirkan bila permintaan anggota dewan tersebut dilatarbelakangi kepentingan politik. Padahal, e-KTP adalah dokumen milik negara yang tidak dapat dimanfaatkan untuk kepentingan partai politik.

"Saya khawatir karena setiap dewan pasti memiliki berbagai kepentingan politik. Mereka memanfaatkan e-KTP untuk kepentingan politik dan bahayanya ini adalah milik negara dan kami yang membuatnya" tutup Sofyan.

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI