Sukabumi Update

Butuh Mesin Pengering, Petani di Tegalbuleud Sukabumi Jual Murah Gabah Basah

SUKABUMIUPDATE.com - Petani di sebagian wilayah selatan Kabupaten Sukabumi diantaranya Kecamatan Tegalbuleud sudah mulai panen meski dalam cuaca buruk.

Saat ini, di Kecamatan Tegalbuleud terdapat sekitar 200 hektar sawah yang siap dan sebagiannya sudah mulai panen.

Ketika panen, petani terpaksa menjual gabah basah dengan harga murah sekitar Rp 4.500 per Kilogram. Petani tidak punya pilihan sebab kalau dipaksakan disimpan di lumbung maka gabah bakal busuk.

BACA JUGA: Cuaca Buruk, Petani di Wilayah Selatan Sukabumi Jual Gabah Basah

"Para petani terpaksa menjual gabah basah untuk membeli beras, soalnya hasil panen tidak bisa dijemur, kalaupun harus menunggu cuaca bagus dikhawatirkan gabah bisa busuk, "kata Ketua Kelompok Sari Tani, Katiman (44 tahun).

Petani sebenarnya bisa mensiasatinya dengan mesin pengering agar gabah tetap terjaga kekeringanya sehingga bisa disimpan. Tapi di Desa Tegalbuleud Kecamatan Tegalbuleud tidak ada mesin tersebut.

Katiman menuturkan, keadaan seperti ini terus terjadi dari tahun ke tahun karena memang panen perdana setiap tahun selalu jatuh disaat cuaca buruk.

BACA JUGA: Gabah Langka, Usaha Penggilingan di Kebonpedes Sukabumi Ikut Merugi

Petani pun tidak bisa menikmati hasil panen karena gabahnya saja sudah dijual.

Ketika ingin beras petani harus membelinya di warung atau pasar disaat harga tinggi, sekitar Rp 13.500 hingga Rp 14 Ribu per Kilogramnya.

"Kami sama sekali tidak bisa menikmati hasil panen karena tidak ada gabah yang bisa dikeringkan untuk digiling jadi beras. Hasil panen langsung kami jual, dengan harga keinginan tengkulak daripada busuk," ujarnya Katiman.

BACA JUGA: Petani Surade Kabupaten Sukabumi Ogah Jual Gabah ke Bulog

Wahyoto (30 tahun) petani lainya menuturkan apabila semua gabah dijual maka masyarakat tidak punya persedian dan dikhawatirkan bakal terjadi paceklik. Tapi memang keadaan itu tidak bisa dihindari, apabila gabah basah dipaksa di simpan maka petani sama sekali tak untung.

Satu-satunya solusi hanya dengan mesin pengering, karena untuk tempat petani sudah mempersiapkannya.

"Mereka menjual gabah basah hanya untuk membeli beras di minimarket. Sungguh miris sekali semoga ini jadi bentuk perhatian para pemangku kebijakan. Keberpihakan kepada para petani agar ada fasilitas mesin pengering padi di desa kami, soal tempat untuk bangunan sudah tersedia," tegasnya.

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI