SUKABUMIUPDATE.com - Selama ini, masyarakat Sukabumi sudah tak aneh dengan keberadaan anak punk. Perilakunya kerap dipandang meresahkan, sering berada di jalanan. Tak bisa dipungkiri, "kaca mata" masyarakat kebanyakan terhadap penggiat punk, cenderung negatif.
Namun ada sisi lain yang bisa dilihat masyarakat dari komunitas Punk. Yakni kreatifitas. Seperti yang dilakukan sejumlah pemuda komunitas Punk di Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Mereka menggelar parade band Punk di Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, sebagai sarana penyaluran kreatifitas.
BACA JUGA:Â Gelar Perpisahan SMK Nusa Putra Surade Kabupaten Sukabumi Undang Band Kota Kembang
"Parade ini kami gelar untuk pembuktikan kepada masyarakat bahwa pelaku punk itu bukan penjahat. Dan parade ini wadah kami untuk menuangkan kreatifitas atau menampilkan karya musik kami," ujar Akbar Kurniawan, Ketua Komunitas Punk Cicurug, ditemui sukabumiupdate.com disela-sela acara, Minggu (18/2/2018).
Jenis musik "garang" dan bertempo cepat yang disajikan komunitas punk, punya filosofi tersendiri. Akbar menuturkan, ini merupakan bentuk protes terhadap perilaku pejabat pemerintah atas kebijakan-kebijakannya.
BACA JUGA:Â Ultah Ke-12 Rekn Community Sidomukti Kabupaten Sukabumi Kenalkan Band Cubus
"Dulu musik punk lahir di Inggris, masyarakat British pada saat itu sedang tertekan oleh sistem pemerintahannya. Serta membuat pemuda yang kebanyakan pekerja buruh marah, karena protes secara langsung mereka tidak mampu, jadi melalui liriklah mereka muangkan keluh kesahnya," terang Akbar.
Komunitas punk ini terdiri dari 20 orang, dan dalam parade musik ini komunitasnya mendatangkan salah satu band punk yang berasal dari Amerika yaitu Kollosion.
Editor : Administrator