Sukabumi Update

Dua Tahun Pimpin Kabupaten Sukabumi, Ini Daftar PR Marwan-Adjo

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota Organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi menggelar Focus Dicussion Group (FDG) dalam momentum peringatan dua tahun Pemerintahan Kabupaten Sukabumi.

Ketua GMNI Dewek Sapta Anugerah, menuturkan masih banyak persoalan yang tidak kunjung diselesaikan di sejumlah sektor kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintahan Marwan-Adjo.

"Kita melihat turbulensi pembangunan yang secara faktual dilapangan tidak sesuai dengan apa yang di laporkan oleh beberapa OPD melalui Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) khususnya Indikator Kinerja Utama (IKU) yang tidak relevan dengan kondisi masyarakat pada setiap sektor," kepada sukabumiupdate.com, Kamis (22/2/2018).

BACA JUGA: Bupati Sukabumi: Dua Tahun Tidak ada Perubahan, Saya Siap Mundur

Dalam bidang tenaga kerja misalnya lemah dalam pengawasan tenaga keja banyaknya perusahaan outsourching. Selain itu, nilai investasi PMA dan PMDN hingga tingkat kepuasan masyarakat rendah.

"Dan yang menjadi pertanyaan kita adalah bagaimana laporan dana serapan APBD tahun 2017 di bulan November ke Desember terjadi peningkatan yang signifikan," jelasnya.

Padahal di bulan Oktober pihaknya melihat dana serapan tersebut masih rendah dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Padahal anggaran yang kelola oleh pemerintah ini adalah uang negara yang harus di pertanggung jawabkan kepada publik.

BACA JUGA: Didesak Dua Tahun Mundur, Bupati Marwan: Itu Ada yang Membiayai

"Langkah selanjutnya kita akan melakukan diskusi persektor di tiap-tiap OPD untuk dibedah secara jelas untuk melihat sampai sejauh mana keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan visi-missi politiknya yang telah tertuang di RPJMD pada Perda No 4 tahun 2016 untuk mewujudkan Sukabumi lebih baik sebagaimana yang menjadi jargon politiknya saat ini," paparnya.

Namun jika semua tak sesuai dengan apa yang tertuang maka pihaknya akan menggugat pemerintah daerah.

"Dan bila memang itu tidak sesuai dengan ekspektasi harapan masyarakat maka kita akan menggugat pemerintahan daerah dibawah kepemimpinan Marwan-Adjo ini secara daulat rakyat sepenuhnya," ungkapnya.

BACA JUGA: Pernyataan Dua Tahun Mundur, Bupati Sukabumi: Saya Hanya Mengilustrasikan

Dewek berharap sarana diskusi ini bisa menjadi ajang silaturahmi seluruh element gerakan yang ada baik dari unsur mahasiswa, buruh, dan seluruh element yang terlibat.

"Karena persoalan Sukabumi ini adalah persoalan kita bersama selaku masyarakat Indonesia," jelasnya.

FDG tersebut dihadiri Kelompok Cipayung plus KAMMI, PMII, dan PB Himasi. Selain itu, unsur buruh Hukatan, LSM Gapura dan tokoh perempuan yang diwakili Ma Enung Damayanti dan Nina Rahmaniah.

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI