SUKABUMIUPDATE.com - Setelah berhari-hari bertahan hidup tanpa makanan dan minuman di Puncak Gunung Salak, Didin (50) akhirnya turun. Sejumlah relawan menjemput Didin dari ketinggian 1000 MDPL di Puncak Gunung Salak bersama anggota keluarganya, pada Selasa malam (26/6/2018).
BACA JUGA: Dirayu Mandor Ijar, Didin Akhirnya Turun dari Gunung Salak Sukabumi
Kepulangan pria yang mengalami gangguan kejiwaan ringan ini, ke Kampung Cikurutug Los Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi disambut suka cita oleh keluarga. Didin langsung diberikan pakaian yang lebih pantas, mandi dan bercukur.
Keluarga mencukur rambut dan jenggot Didin yang gondrong sebelum menyerahkannya ke pihak Panti Welas Asih Palabuhanratu untuk menjalani perawatan medis. “Sudah lama tak pernah mandi, pakaian juga tidak berganti, dicukur dulu supaya lebih bersih, sesuai harapan keluarga yang ingin Didin sembuh,” jelas petugas Panti Welas Asih, Nana Wijaya kepada sukabumiupdate.com.

Menurut Nana, setiap orang yang masih hidup berhak mendapatkan perhatian dari semua pihak, oleh karena itu wajib diperlakukan sebagai manusia. Ini adalah respon kemanusian, “Bukan berati karena sempat viral di media sosial saja. Namun lebih pada tanggung jawab jiwa sosial. Setelah di cukur dan di mandikan malam ini juga akan kami bawa ke panti Welas Asih Palabuhanratu,” sambungnya.
Dari diagnosa awal, Didin masih dalam tahap normal bukan termasuk gangguan kejiwaan berat, namun lebih pada gangguan kepribadian. “Diajak ngobrol kadang masih nyambung, kita berharap Didin cepat sembuh dan hidup normal bermasyarakat dan kembali bekerja untuk hidup,” pungkasnya.
Editor : Ardi Yakub