SUKABUMIUPDATE.com - Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Badri Suhendi mengunjungi peternak maggot di Kampung/Desa Bantargebang, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Ahad, 31 Oktober 2021. Ia pun mengapresiasi budi daya yang dikembangkan warga bernama Dasepul Alam tersebut.
"Saya bangga dan mengapresiasi Kang Dasepul sebagai pembudi daya maggot. Ini sangat menarik dan berpotensi meningkatkan perekonomian," kata Badri, Ahad.
Setelah melihat langsung proses mulai serangga, bertelur larva, hingga menjadi maggot, Badri menilai budi daya tersebut juga bisa menjadi solusi persoalan sampah yang sering menjadi isu menakutkan. Sebab, ketika sampah-sampah yang dihasilkan tidak tertangani, akan menjadi beban lingkungan masyarakat.
"Dengan banyaknya peternak maggot, akan menjadi solusi penanganan sampah. Ketika maggot sudah jadi, bisa dikembangbiakan dan dipasarkan secara luas," ujarnya.
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Badri Suhendi mengunjungi peternak maggot di Desa Bantargebang, Kecamatan Bantargadung, Ahad, 31 Oktober 2021. - (Istimewa)Berdasarkan hasil wawancara dengan peternak maggot, Badri mengungkapkan kebutuhan maggot saat ini cukup banyak. Tidak hanya di Kabupaten Sukabumi, bahkan luar Jawa hingga luar negeri. "Saya dengar ada dari Timor Leste membutuhkan maggot per bulan 150 ton," katanya. "Sangat luar biasa."
Namun dengan sejumlah keterbatasan, peternak maggot di Bantargebang belum bisa memenuhi kebutuhan itu. Badri menyebut, salah satu masalahnya adalah permodalan. "Saya meninjau harapannya bisa memberi solusi dan kita akan komunikasi dengan pemda bagaimana pembudi daya maggot bisa diperhatikan dengan bantuan permodalan," jelas Badri.
"Kalau maggot ini terus berkembang biak dan volumenya semakin besar, bisa memberi jawaban kepada pemesan luar Jabar. Ini akan menghasilkan devisa cukup tinggi. Sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak memberikan perhatian khusus dan serius," tambahnya.
Editor : Oksa Bachtiar Camsyah