SUKABUMIUUPDATE.com - Rencana mogok atau stop berdagang sempat mencuat di kalangan pedagang daging sapi di Pasar Semi Modern (PSM) Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, seiring adanya informasi kenaikan harga daging sapi pada awal Januari 2026. Namun hingga saat ini, aktivitas di pasar masih berjalan normal dan pedagang dipastikan tetap berjualan.
Kepala PSM Cicurug, Eman Sulaeman, menjelaskan bahwa sejak akhir 2025 hingga awal Januari 2026, harga daging sapi relatif stabil. Harga daging sapi di Pasar Cicurug masih berada di kisaran Rp120 ribu per kilogram.
“Kalau kita lihat dari akhir tahun 2025 sampai awal Januari ini sebenarnya tidak ada perubahan yang signifikan, harganya biasa-biasa saja,” ujar Eman, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, informasi kenaikan harga muncul setelah adanya peningkatan pembelian dari pedagang daging. Kondisi tersebut memicu rencana sebagian pedagang untuk melakukan stop dagang pada Selasa (6/1/2026) karena tingginya harga beli daging di tingkat pemasok.
Baca Juga: Berita Orang Hilang: Gadis Asal Bojonggenteng Tak Kunjung Pulang Sejak Pamit Rayakan Ultah
“Memang ada informasi dari pedagang, rencananya tanggal 6 Januari besok akan ada kenaikan harga dan sempat ada istilahnya stop dagang karena harga dagingnya tinggi,” katanya.
Namun, setelah dilakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, baik Polsek maupun Polres, situasi di Pasar Cicurug dipastikan tetap kondusif. Hasil koordinasi dan pemantauan tersebut membuat para pedagang sepakat untuk tetap berjualan.
“Alhamdulillah setelah koordinasi dan monitoring dari kepolisian, kondisi pasar aman dan kondusif. Pedagang tetap berjualan, hanya penyesuaian harga saja,” ucap Eman.
Ia menyebutkan, mulai Selasa (6/1/2026) harga daging sapi diperkirakan naik menjadi sekitar Rp130 ribu per kilogram daging bersih. Meski demikian, kenaikan tersebut masih menunggu hasil musyawarah para pedagang agar ada keseragaman harga di Pasar Cicurug.
“Besok memang informasinya akan ada kenaikan, tapi untuk hari ini masih aman di Rp120 ribu per kilogram,” jelasnya.
Baca Juga: Hoaks! Nomor WhatsApp Mengatasnamakan Kadis PU Uus Firdaus
Eman menambahkan, kenaikan harga daging dipengaruhi oleh naiknya harga sapi hidup di tingkat pemasok. Untuk stok daging sendiri, ia memastikan masih dalam kondisi aman.
“Stok alhamdulillah aman. Indikator naiknya harga karena pembelian pedagang juga naik. Kalau harga sapi hidup di proyek tinggi, otomatis harga daging ikut menyesuaikan,” ujarnya.
Terkait dampak kenaikan harga terhadap pedagang, Eman mengakui kemungkinan adanya penurunan jumlah pemotongan sapi. Para pedagang akan menyesuaikan jumlah pemotongan agar daging tetap terjual dan tidak mengalami kerugian.
“Biasanya potong empat ekor, sekarang bisa satu atau dua dulu. Disesuaikan dengan kondisi harga dan daya beli, supaya daging tidak sampai basi,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pengelola pasar tidak menetapkan harga jual maupun jumlah pemotongan daging. Hal tersebut sepenuhnya menjadi keputusan pedagang, dengan tetap berada dalam pengawasan dinas terkait.
“Penentuan harga itu usaha pedagang. Tapi tetap ada pengawasan dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, dan Dinas Peternakan. Kalau menjual terlalu tinggi, tentu ada teguran,” jelas Eman.
Di Pasar Cicurug sendiri, terdapat sekitar 24 pedagang daging sapi, dengan sekitar lima pedagang besar yang menjadi pemasok utama. (adv)
Editor : Ikbal Juliansyah