Sukabumi Update

Ramadan Tiba! Warga Sukabumi Mulai Berburu Kurma untuk Masjid dan Keluarga

Sajian kurma mulai diburu warga untuk berbuka puasa menjelang hari pertama puasa di Sukabumi. (Sumber: SU/Turangga Anom)

SUKABUMIUPDATE.com – Ramadan memang belum tiba, namun suasananya sudah mulai terasa. Di sejumlah wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, warga mulai berburu kurma, buah khas yang identik dengan momen berbuka puasa.

Di kawasan Jalan Jalur Lingkar Selatan, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, aktivitas pembelian di Toko Al-Madinah mengalami peningkatan. Kardus berisi berbagai jenis kurma tampak tersusun tinggi, sementara pembeli datang silih berganti, mulai dari ibu rumah tangga hingga pengurus masjid.

Salah satunya Lukmanul Hakim, Ketua DKM Masjid Baitussalam Perumahan Taman Asri, Subangjaya, Kecamatan Cikole. Ia datang bersama bendahara DKM untuk memastikan kebutuhan berbuka puasa bagi jemaah sudah tersedia sejak awal Ramadan.

“Sebenarnya sudah beberapa hari mau ke sini dengan bendahara DKM buat jemaah buka di masjid. Kita fasilitasi biar jemaah juga senang ketika menyediakan (berbuka) tidak berharap ke orang yang memberi. Kalau berharap kan kadang ada yang ngasih kadang ada yang tidak dan itu pun belum tentu. Makanya kita bersepakat beli, jadi kita belinya di sini. Jadi tahun lalu pas saya umroh juga beli oleh-oleh di sini, komplit, kita bisa memilih berbagai jenis kurma. Alhamdulillah kita upayakan selain buat diri sendiri, kita buat jemaah juga,” ujarnya saat diwawancarai sukabumiupdate.com, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga: Viral! ART Ber-KTP Palabuhanratu Sukabumi Diduga Aniaya Anak Majikan di Bandung

Untuk tahap awal, pihaknya membeli enam kilogram kurma. Jenis sukari menjadi pilihan karena banyak diminati jemaah, termasuk anak-anak.

“Kita beli jenis sukari, dua pack. Karena alhamdulillah jemaah kalau buka di masjid itu banyak. Anak-anak juga banyak. Luar biasa lah. Ini mah buat ngebatalin. Kalau harga sih relatif ya, bermacam-macam,” katanya.

Beragam pilihan kurma membuat warga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran. Harga paling terjangkau mulai dari kurma Mesir Rp40 ribu per kilogram dan khalas Rp45 ribu per kilogram. Sukari dijual sekitar Rp55 ribu, sementara sukari premium Rp70 ribu per kilogram dan menjadi salah satu favorit.

Selain itu, tersedia kurma madu biasa Rp60 ribu dan madu premium Rp80 ribu per kilogram. Kurma tangkai biasa dibanderol Rp65 ribu, tangkai premium Rp90 ribu, serta non-tangkai Rp90 ribu. Untuk kelas premium, safawi dan mabrum dijual Rp100 ribu per kilogram, ajwa biasa Rp150 ribu, ajwa jumbo Rp220 ribu, salbi Rp200 ribu, medjol Rp350 ribu, hingga masdu Rp400 ribu per kilogram.

Supervisor toko, Devina Sari, mengatakan lonjakan pembeli sudah terasa signifikan. “Alhamdulillah, sangat ramai soalnya kita di sini setiap tahunnya juga suka bazar kurma, orang-orangnya sangat ramai antusias,” katanya.

Baca Juga: Pulang Nonton Konser, Pelajar SMP Dibacok OTK di Perkebunan Kelapa Asabaland Ciracap

Menurutnya, peningkatan penjualan dibanding hari biasa mencapai sekitar 75 persen. Pada hari-hari ramai, stok bahkan dapat berkurang dengan cepat. Ia menyebut dalam beberapa hari, penjualan bisa mencapai setengah dari total persediaan.

Koordinator toko, Danil Al Fahad, menambahkan pembeli tidak hanya berasal dari Sukabumi. Pengiriman juga dilakukan ke luar daerah, dan ketersediaan stok dipastikan aman hingga Lebaran.

“Pembeli banyak, ada yang dari Jateng Jatim, kita kirim lewat ekspedisi. Sampai lebaran juga kita ready, sampai syawal insyaallah aman,” ujarnya.
Sementara itu, pembeli lainnya, Ajat Sudrajat (59), warga Caringin, juga mulai mempersiapkan kurma untuk dibagikan kepada keluarga dan kerabat.

“Ya kita persiapan beli kurma untuk takjil untuk bagi-bagi juga ke teman-teman, keluarga, kalau harganya standar aja. Enak rasanya biasanya pakai sukari enak standar harganya,” ucapnya.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT