SUKABUMIUPDATE.com - Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, harga daging sapi di wilayah Jampangkulon mengalami kenaikan signifikan. Saat ini, harga daging sapi berada di kisaran Rp160 ribu hingga Rp170 ribu per kilogram, meningkat dibandingkan Lebaran 2025 yang masih berada di rentang Rp145 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram.
Kepala UPTD Peternakan Wilayah Jampangkulon, Gungun Abdulgoni, menjelaskan bahwa kenaikan harga mulai terjadi pada H-3 Lebaran. Ia menyebutkan, pada awal Ramadan harga daging sapi masih berada di angka Rp150 ribu per kilogram.
“Memasuki hari-hari terakhir menjelang Lebaran, harga terus merangkak naik. Untuk daging kualitas super saat ini sudah mencapai Rp170 ribu per kilogram,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Jumat (20/3/2026).
Meski terjadi kenaikan harga, pihaknya memastikan ketersediaan stok daging untuk kebutuhan Lebaran tetap aman. Tercatat sekitar 246 ekor ternak telah disiapkan oleh petani di wilayah Pajampangan guna memenuhi permintaan masyarakat.
Baca Juga: Kemenhan Rekrut 30 Ribu Sarjana untuk Dukung Operasional Koperasi Desa Mulai Juni
Pasokan ternak tersebut terdiri dari berbagai jenis, di antaranya Sapi Peranakan Onggole (PO), Sapi Brahman Cross, Sapi Silangan Limosin, Sapi Simental, serta kerbau.
Gungun menegaskan, sebelum dilakukan pemotongan, seluruh ternak terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan secara ketat. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik luar hewan, seperti gerakan yang harus aktif, kondisi hidung yang normal, mata cerah, serta tidak terdapat benjolan atau luka.
“Kami pastikan hewan tidak mengeluarkan ludah berlebihan, serta tidak ada luka pada bagian mulut maupun kuku,” jelasnya.
Setelah proses pemotongan, pemeriksaan kembali dilakukan terhadap daging dan organ dalam. Daging harus tampak segar, sementara organ seperti hati dan saluran pencernaan dipastikan bebas dari cacing maupun penyakit lainnya.
Dengan langkah tersebut, pemerintah memastikan daging yang beredar di masyarakat aman, sehat, dan layak konsumsi selama momentum Lebaran.
Editor : Syamsul Hidayat