Sukabumi Update

2 Lembar Kresek Gorengan di Sukabumi Dijual Nyaris Rp500, Imbas Harga Plastik Melonjak

Ilustrasi AI. kresek gorengan (Sumber: copilot)

SUKABUMIUPDATE.com - Kenaikan harga plastik di Kota Sukabumi kini terasa hingga ke level paling kecil. Jika dihitung per lembar, harga kantong kresek yang biasa digunakan untuk membungkus gorengan kini nyaris menyentuh Rp500 untuk dua lembar.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, satu pak plastik kresek berisi sekitar 80 lembar. Dengan harga eceran Rp17 ribu per pak, maka harga per lembar plastik berada di kisaran Rp212,5. Artinya, untuk dua lembar plastik yang lazim digunakan pedagang gorengan, biaya yang dikeluarkan hampir mencapai Rp500.

Kondisi ini menjadi imbas dari kenaikan harga plastik yang telah terjadi dua kali dalam beberapa waktu terakhir. Hadi (26), pelayan toko plastik di kawasan Pasar Stasiun, menyebutkan bahwa harga plastik jenis kantong kresek memang mengalami lonjakan signifikan.

Baca Juga: Waktu Tempuh Harusnya 30 Menit Jadi 1,5 Jam, Jalan Lengkong–Simpenan Rusak Parah

Sebelumnya, satu ikat plastik yang berisi lima pak dijual sekitar Rp50 ribu, dengan harga eceran Rp11 ribu per pak. Kini, harga tersebut naik menjadi Rp75 ribu per ikat, sementara harga eceran mencapai Rp17 ribu per pak.

“Kenaikannya sudah dua kali. Dari kenaikan pertama kita jual Rp15 ribu, sekarang naik lagi jadi Rp17 ribu kalau satuan,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Senin (6/4/2026).

Kenaikan harga ini tidak hanya berdampak pada pedagang plastik, tetapi juga merembet ke pelaku usaha kecil seperti pedagang gorengan yang sangat bergantung pada kantong kresek sebagai kemasan utama.

Baca Juga: Pesta Gol, Indonesia Gilas Brunei di Laga Perdana Piala AFF Futsal

Hadi mengungkapkan, banyak konsumen yang mengeluhkan kenaikan harga tersebut. Bahkan, sebagian dari mereka mulai mengurangi jumlah pembelian.

“Dari yang tadinya suka beli satu ikat, sekarang karena mahal jadi beli pack-an saja,” katanya.

Menurutnya, kenaikan harga plastik dipengaruhi oleh sulitnya bahan baku yang diduga berkaitan dengan kondisi geopolitik global. Pasokan plastik yang dijual di tokonya sendiri berasal dari gudang di wilayah Lombok.

Baca Juga: Letkol Inf Angga Sukma Resmi Jadi Danyonif 310/KK, Wabup Sukabumi Tekankan Sinergi Jaga Keamanan

Dengan situasi ini, ia berharap harga plastik tidak terus mengalami kenaikan agar tidak semakin memberatkan pedagang maupun konsumen.

“Harapannya sih jangan naik terus, kasihan pembeli juga. Dari yang tadinya Rp50 ribu sekarang jadi Rp75 ribu, itu kan naiknya sudah jauh,” pungkasnya.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT