Sukabumi Update

Harga Plastik di PSM Palabuhanratu Naik hingga 50 Persen, Disdagin Sukabumi Ungkap Penyebabnya

Ahmad Suhaemi salah seorang pedagang plastik di Pasar Semi Modern (PSM) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. (Sumber : SU/Ilyas).

SUKABUMIUPDATE.com - Kenaikan harga plastik yang terjadi secara tiba-tiba di Pasar Semi Modern (PSM) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, membuat para pedagang kelimpungan. Lonjakan harga yang mulai terasa sejak akhir Maret 2026 ini terjadi hampir pada seluruh jenis plastik dan berdampak langsung terhadap aktivitas jual beli.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi melalui Koordinator UPTD Pasar Semi Modern Palabuhanratu, Uus Heryanto mengungkapkan bahwa kenaikan tersebut dipicu meningkatnya harga bahan baku plastik di tingkat hulu.

Uus Heryanto juga menjelaskan bahwa hampir semua jenis bahan baku mengalami lonjakan signifikan. Plastik jenis AP (anti panas) naik dari Rp38 ribu menjadi Rp58 ribu per kilogram. Sementara itu, plastik PP meningkat dari Rp35 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram, dan plastik PE dari Rp35 ribu menjadi Rp53 ribu per kilogram.

Baca Juga: Data Izin Janggal, Satpol PP Sidak Peternakan Sapi di Cicurug Sukabumi

"Faktor utama kenaikan ini karena harga bahan baku produksi di tingkat atas ikut naik, sehingga berdampak pada harga jual di pasaran," kata Uus dalam keterangan yang diterima sukabumiupdate.com pada Kamis (9/4/2026).

Tak hanya bahan baku, kata Uus, harga kantong plastik jadi pun ikut terdongkrak. Rata-rata kenaikan mencapai sekitar 50 persen. Plastik yang sebelumnya dijual Rp8 ribu kini menjadi Rp12 ribu per bungkus. Ada juga yang naik dari Rp5 ribu menjadi Rp7.500 hingga Rp8 ribu, serta dari Rp13 ribu menjadi Rp19 ribu.

"Langkah kami UPTD pasar dalam upaya menghemat dan menciptakan ramah lingkungan, kami menghimbau kepada para pedagang dan pengunjung pasar agar supaya mengganti kantong plastik dengan membawa tas belanja atau keranjang," ungkapnya.

Baca Juga: Terekam CCTV! Gerombolan Diduga Pelajar Serang Pemotor di Jembatan Pamuruyan Cibadak

Salah seorang pedagang, Ahmad Suhaemi, mengaku terkejut dengan kenaikan harga yang terjadi secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya. "Awalnya saya sempat komplain, kenapa harganya naik. Setelah dicek, ternyata semua jenis plastik naik," ujarnya.

Ia menyebut, kenaikan berlangsung cepat dan Tak hanya plastik, bahan pembungkus lain seperti kertas nasi juga ikut terdampak. Kondisi ini membuat pedagang, khususnya penjual makanan, semakin terbebani karena kebutuhan kemasan sangat vital dalam operasional sehari-hari.

"Banyak pembeli yang keberatan, bahkan ada yang batal beli. Biasanya harga kemasan Rp8 ribu, sekarang jadi Rp12 ribu," keluh Ahmad. (adv)

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT