Sukabumi Update

Bunga Warna-warni di Sukabumi Expo 2026, Distan Pamerkan Komoditas Pertanian Unggulan

Bunga warna-warni di Stand Dinas Pertanian Sukabumi Expo 2026 (Sumber: edit by copilot)

SUKABUMIUPDATE.com - Bukan sekadar memajang hasil pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi memanfaatkan Sukabumi Expo 2026 untuk memperkenalkan potensi komoditas unggulan daerah sekaligus mendorong pertanian berbasis mekanisasi.

Konsep tersebut dikemas melalui stan bertajuk “Sukabumi Suka Bunga” dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 di Lapangan Cangehgar, Kecamatan Palabuhanratu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin mengatakan, bunga dipilih menjadi salah satu daya tarik stan karena bertepatan dengan momentum panen raya bunga.

Namun, selain bunga, Distan juga menampilkan delapan komoditas yang menjadi target kinerja dan produksi pertanian Kabupaten Sukabumi. "Selain bunga, kita juga menampilkan delapan komoditas yang menjadi target kinerja dan target produksi Dinas Pertanian," kata Aep, pada  Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: Gen Halilintar Alami Insiden di Sukabumi, Mobil Diserempet Angkot hingga Spion Rusak

Delapan komoditas tersebut meliputi padi, jagung, ubi kayu, pisang, kelapa, kopi, serta komoditas hortikultura dan perkebunan. Menurut Aep, keberadaan berbagai komoditas tersebut menjadi gambaran besarnya potens

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin mengatakan, bunga dipilih menjadi salah satu daya tarik stan karena bertepatan dengan momentum panen raya bunga.Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin mengatakan, bunga dipilih menjadi salah satu daya tarik stan karena bertepatan dengan momentum panen raya bunga.

Selain komoditas utama, stan Distan juga menampilkan sejumlah produk pertanian yang berkembang di masyarakat, seperti anggrek dan tanaman hidroponik selada. Aep menyebut, pengembangan komoditas tersebut juga memiliki peluang pasar yang cukup besar, termasuk untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Termasuk hidroponik selada. Memang tidak menjadi target produksi kita di pertanian, tapi ini muncul di masyarakat. Hari ini kebutuhan untuk MBG juga sangat banyak," ungkapnya.

Baca Juga: Modus Pecah Kaca di Cikole Kota Sukabumi, Barang Berharga Mahasiswa Senilai Rp11 Juta Raib

Tak hanya hasil pertanian, Distan juga memperkenalkan teknologi mekanisasi melalui keberadaan drone pertanian di stan tersebut. Menurut Aep, penggunaan teknologi menjadi bagian penting dalam mendorong pertanian agar semakin modern dan efisien.

"Hari ini kita menampilkan drone untuk menyampaikan pesan bahwa pertanian itu dimulai dengan mekanisasi pertanian," jelasnya.

Dengan luas wilayah yang memiliki potensi lahan pertanian cukup besar, Aep menilai Sukabumi memiliki peluang untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.

"Kami berharap masyarakat semakin mengenal kekayaan komoditas pertanian yang ada di Kabupaten Sukabumi sekaligus melihat peluang pengembangan sektor pertanian dari hulu hingga hilir," tambahnya. (adv)

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT