SUKABUMIUPDATE.com – Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, dinilai masih membutuhkan penguatan identitas dan promosi agar lebih dikenal masyarakat luas. Salah satu upaya yang perlu didorong adalah memunculkan produk unggulan yang dapat menjadi ciri khas daerah, terutama dari sektor kuliner.
Camat Cicurug, Chaerul Ichwan, mengatakan setiap daerah memiliki potensi dan kekhasan produk UMKM masing-masing. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dikenal masyarakat karena masih membutuhkan penguatan branding serta promosi yang lebih luas.
"Orang mungkin belum mengenal secara luas karena membutuhkan branding yang kuat dan promosi yang lebih masif. Pemanfaatan media sosial juga bisa kita pergunakan," kata Chaerul saat ditemui usai kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, H. M. Loka Tresnajaya, di Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Sabtu (31/10/2026).
Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya mendorong masyarakat untuk memproduksi barang. Produk yang dihasilkan juga perlu diperkenalkan secara konsisten agar memiliki pasar sekaligus identitas yang melekat dengan daerah asalnya.
Chaerul berharap pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa dapat turut memfasilitasi pelaku usaha dalam mengembangkan potensi tersebut. Dengan begitu, Cicurug diharapkan memiliki produk unggulan yang dikenal sebagai kekhasan daerah.
"Mudah-mudahan nanti kita punya branding, kekhasan, bukan hanya di Kabupaten Sukabumi, khususnya di Cicurug. Jadi ketika orang berbicara Cicurug, 'Oh, ini yang khasnya'," ujarnya.
Baca Juga: Warga Resah! Pencurian Ternak Marak di Sagaranten Sukabumi, 16 Ekor Domba Dilaporkan Hilang
Selain penguatan promosi, Chaerul menyebut pelaku UMKM juga membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas usaha. Dukungan tersebut dapat berupa pelatihan, akses permodalan, hingga fasilitasi tempat dan sarana-prasarana.
Namun, bentuk dukungan yang diberikan perlu disesuaikan dengan program serta kewenangan organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani bidang UMKM.
"Tadi ada beberapa hal yang menonjol, terutama keinginan kuat rekan-rekan generasi milenial dan Gen Z agar UMKM ini lebih berkembang dan maju. Tentunya perlu dukungan pemerintah daerah, baik dalam bentuk kebijakan maupun kegiatan nyata," tutur Chaerul.
Ia berharap aspirasi mengenai pengembangan UMKM yang disampaikan dalam kegiatan reses tersebut dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dan pembahasan lebih lanjut. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha bisa dipetakan secara lebih konkret.
Sebelumnya, dalam kegiatan reses tersebut, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, H. M. Loka Tresnajaya, menyampaikan rencana menggelar pertemuan khusus dengan kalangan pemuda dan pelaku UMKM.
Pertemuan itu ditujukan untuk memetakan kebutuhan pengembangan usaha, mulai dari pembentukan kelompok, kelengkapan administrasi, hingga jenis usaha yang ingin dikembangkan.
Menurut Loka, pembentukan kelompok dapat menjadi langkah awal agar kebutuhan pelaku UMKM lebih terorganisasi dan mudah diperjuangkan. Ia juga menyebut pernah menggelar pelatihan bagi 100 pelaku UMKM pada tahun sebelumnya, termasuk materi terkait pemasaran digital.
"Saya ingin bertemu langsung dengan anak-anak muda dan pelaku UMKM. Kita lihat apa yang dibutuhkan, apakah sudah ada kelompoknya, administrasinya bagaimana, dan bidang apa yang ingin dikembangkan. Jadi, nanti bisa kita susun bersama langkah selanjutnya," kata Loka.(adv)
Editor : Asep Awaludin