Sukabumi Update

Harga Tepung Aci Tembus Rp20 Ribu per Kg, Bupati Sukabumi Siapkan Pasar Murah

Bupati Sukabumi Asep Japar merespons keluhan pedagang terkait kenaikan harga tepung tapioka yang kini mencapai Rp20.000 per kilogram. (Sumber : SU/Ibnu Sanubari).

SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Sukabumi, Asep Japar, merespons keluhan pedagang terkait lonjakan harga tepung tapioka atau tepung aci yang kini mencapai Rp20.000 per kilogram. Pemerintah Kabupaten Sukabumi berencana menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan.

Hal tersebut disampaikan Asep Japar saat dimintai tanggapan mengenai kenaikan harga tepung tapioka yang dikeluhkan pedagang. Harga bahan baku tersebut sebelumnya berada di kisaran Rp8.000 per kilogram, tetapi kini dilaporkan mencapai Rp20.000.

"Ya, kita tetap akan melakukan itu ya nanti. Pasar murah. Pasar murah supaya jangan sampai masyarakat tadi keluhan-keluhan," ujar Asep Japar, Jumat (6/11/2026).

Baca Juga: Sampah Menumpuk di Irigasi Perbatasan Cidahu-Parungkuda Sukabumi, Camat Ajak Warga Kerja Bakti

Rencana pasar murah tersebut menjadi salah satu upaya yang akan dilakukan pemerintah daerah dalam merespons keluhan masyarakat. Namun, belum dijelaskan lebih lanjut mengenai waktu pelaksanaan maupun komoditas yang akan disediakan dalam kegiatan tersebut.

Sebelumnya, kenaikan harga tepung tapioka juga dikeluhkan sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pedagang makanan berbahan dasar aci seperti cilok, cireng, dan cilung.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat, harga tepung tapioka mengalami kenaikan hingga 30 persen. Dari sebelumnya berkisar Rp10.000 hingga Rp14.000 per kilogram, kini menjadi Rp16.000 sampai Rp18.000 per kilogram.

Baca Juga: 7 Eks Pegawai Bank Plat Merah di Sukabumi Jalani Sidang Kasus Dugaan Penyimpangan KUR dan Kupedes

Kepala DKPP Jawa Barat, Linda Al Amin, menjelaskan kenaikan tersebut terjadi hampir di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

"Kenaikan harga tepung tapioka terjadi hampir di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat," jelas Linda Al Amin, dikutip dari Republika.

Menurut Linda, kenaikan harga dipengaruhi menurunnya produksi panen singkong akibat cuaca ekstrem serta sejumlah daerah sentra singkong yang belum memasuki masa panen raya.

Baca Juga: Pasar Bumi Pakuwon, Wisata Belanja Tradisional dengan Benggol Sebagai Alat Pembayaran

Harga singkong di tingkat petani yang sebelumnya sekitar Rp700 per kilogram juga meningkat menjadi sekitar Rp3.000 per kilogram.

Dampak kenaikan harga tersebut turut dirasakan pedagang cilok di kawasan Warudoyong, Kota Sukabumi. Salah seorang pedagang bernama Budi mengaku harus menyesuaikan penjualan agar tidak mengalami kerugian.

Ia bahkan terpaksa menghentikan sementara penjualan cilok dengan porsi Rp2.000 karena biaya produksi semakin tinggi.

Baca Juga: Wisuda Gelombang I 2026/2027: Kukuhkan 987 Lulusan, UMMI Cetak Generasi Unggul dan Berdampak

"Sekarang minimal jual porsi yang Rp5.000-an. Yang Rp2.000 enggak dulu, karena harga aci lagi mahal," ungkap Budi kepada Sukabumiupdate.com.

Kenaikan harga bahan baku tersebut membuat pedagang berada dalam posisi sulit. Jika harga jual dinaikkan, mereka khawatir kehilangan pembeli. Namun, jika harga tetap dipertahankan, keuntungan yang diperoleh semakin menipis. (adv)

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT