Sukabumi Update

Dentuman Bola Api di Langit Selatan Cianjur Sukabumi dan Dugaan Jejak Bolide

Bola Api, Jejak fenomena anstronomi di langit selatan yang direkam warga Sukabumi dan Cianjur (Sumber: dok warga)

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Sukabumi dan Cianjur Jawa Barat menjadi saksi fenomena astronomi pada Kami malam, 22 Januari 2026. Banyak warga yang melihat pergerakan benda langit seperti bola api berwarna merah, di Cianjur bahkan disertai dengan suara dentuman.

Tak hanya melihat, banyak warga yang sempat mengabadikan momen tersebut dengan kamera Handphone. Dalam rekaman terlihat, bola api melintas di langit selatan, terus turun hingga akhirnya tak terlihat lagi.

“Abdi mah teu Ari ningali NU hurung mah Ngan ngadangu teh NU nga beledug meni tarik palihan cikembar sugan Aya NU sami nga dangu,” tulis akun Dhew di grup facebook sukabumi.

Baca Juga: Diduga Tersengat Listrik, Warga Nagrak Temukan Mayat Pria Tergeletak di Kebun

Dari sejumlah kesaksian, baik warga Sukabumi maupun Cianjur melihat benda langit dengan cahaya terang, pergerakannya cepat, dengan suara dentuman.

Ahli Ungkap Dugaan Bolide

Fenomena ini diduga sebagai pergerakan meteor (benda langit) yang masuk ke atmosfer bumi. Kejadian ini kerap dilaporkan menimbulkan suara keras akibat gelombang kejut saat meteor terbakar di atmosfer.

Bukan yang pertama, pada pekan pertama Januari 2026 peristiwa mirip juga dilaporkan warga Cipanas Kabupaten Sukabumi. Sejumlah warga melaporkan adanya cahaya merah di langit yang diikuti bunyi dentuman keras sekitar pukul 22.15 WIB.

Baca Juga: Helikopter Oleng di Udara, Raffi Ahmad: Alhamdulillah Masih Selamat

Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, SSi, MSi, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis data cuaca, fenomena tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas thunderstorm.

“Kondisi atmosfer saat kejadian terpantau normal dan tidak menunjukkan adanya cuaca ekstrem,” ujarnya dilansir dari laman resmi IPB.

Selain itu, pemantauan seismograf juga tidak menemukan adanya aktivitas seismik maupun vulkanik. Data tidak menunjukkan peningkatan aktivitas Gunung Gede maupun pergerakan sesar di kawasan Gunung Gede–Pangrango yang dapat dikaitkan dengan kejadian tersebut.

Baca Juga: UMMI Dorong Pembangunan Ekonomi Sukabumi melalui Program TGTS “Pajak untuk Generasi Emas”

Ia menambahkan, dengan kondisi cuaca dan seismik yang terpantau normal, fenomena tersebut dipastikan tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanik, seismik, maupun badai petir. Meski demikian, secara ilmiah masih terdapat kemungkinan lain yang dapat menjelaskan kemunculan dentuman dan kilatan cahaya tersebut.

“Salah satu fenomena alam yang paling mungkin adalah bolide atau bola api,” jelasnya.

Bolide merupakan peristiwa masuknya meteoroid berukuran relatif besar ke atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi. Gesekan dengan atmosfer menyebabkan meteoroid terbakar cepat dan menghasilkan kilatan cahaya terang seperti meteor.

Baca Juga: Penanganan Sementara, UPTD PU Jampangkulon Pasang Plat Beton di Jalan Amblas

“Jika ukurannya cukup besar, meteoroid dapat meledak di atmosfer dan menimbulkan gelombang kejut sonik yang terdengar sebagai dentuman keras oleh warga di permukaan,” paparnya.

Kilatan cahaya yang teramati juga dapat terjadi akibat proses ablasi dan ionisasi atmosfer yang memicu pelepasan energi elektromagnetik, sebagaimana dijelaskan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Fenomena serupa sebelumnya juga pernah terjadi di wilayah Cirebon beberapa bulan lalu, ketika sebuah meteor dilaporkan mencapai permukaan Bumi dan menyebabkan kerusakan pada sebagian atap rumah warga.

Baca Juga: 9 Tips Aman Klaim Promo Dompet Digital: Biar Nggak Ketipu Link Palsu dan Akun Tetap Aman

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dugaan fenomena bolide tersebut masih memerlukan klarifikasi lanjutan.

“Untuk memastikan penyebab pastinya, diperlukan pengamatan langsung serta temuan lapangan di lokasi kejadian, termasuk kemungkinan adanya jejak material meteorit,” pungkasnya.

 

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT