SUKABUMIUDPATE.com - Hujan sejak pagi hari melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat termasuk Sukabumi pada Jumat, (23/01/2026).
Berdasarkan data prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat. Hujan diperkirakan turun sejak pagi hingga dini hari dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah.
BMKG memprakirakan bahwa pada pagi hari (07.00–13.00 WIB) wilayah Kabupaten Sukabumi berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. Kondisi serupa diperkirakan berlanjut pada siang hingga sore hari (13.00–19.00 WIB). Kota Sukabumi potensi ringan-sedang, sementara Kabupaten Sukabumi potensi sedang-lebat.
Memasuki malam hari (19.00–01.00 WIB), hujan dengan intensitas ringan, sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Sementara pada dini hari (01.00–07.00 WIB), BMKG memprakirakan cuaca berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sukabumi.
Selain hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca berupa peningkatan kecepatan angin di sebagian wilayah Jawa Barat.
Masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan berdurasi relatif lama yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
BMKG mencatat suhu udara di Jawa Barat berkisar antara 18 hingga 31 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara mencapai 60–98 persen. Angin bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan mencapai 5–57 kilometer per jam.
Dikutip dari BMKG hal ini disebabkan oleh dinamika atmosfer yang masih mendukung peningkatan potensi pertumbuhan awan konvektif hingga curah hujan masih turun di sebagian wilayah Jawa Barat.
Kemudian dalam skala global, indeks ENSO di wilayah NINO 3.4 terpantau berada pada fase negatif yang mengindikasikan kondisi La Niña lemah, sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan.
Pada skala regional, aktivitas gelombang Equatorial Rossby dan Low Frequency diprakirakan aktif di wilayah Pulau Jawa dan berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif.
Kondisi ini didukung oleh suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia, yang berperan sebagai sumber suplai uap air ke wilayah Jawa Barat.
Selain itu, terpantau juga adanya belokan angin dan daerah konvergensi di wilayah Jawa Barat yang memicu dan meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
Dukungan dinamika tersebut diperkuat oleh kondisi labilitas atmosfer yang berada pada kategori labil sedang hingga kuat, sehingga semakin meningkatkan potensi terbentuknya awan konvektif pada skala lokal.
Editor : Ikbal Juliansyah