Sukabumi Update

Diarpus Sukabumi Perkuat Literasi Geosains: Geopark Exchange Program Kochi University Jepang dan Universitas Padjajaran

Diarpus Kabupaten Sukabumi terima kunjungan akademik dalam rangka Geopark Exchange Program (Sumber: diarpus)

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Sukabumi melalui Unit Pelayanan Perpustakaan Palabuhanratu yang juga berfungsi sebagai Pusat Informasi Geologi (perpustakaan wisata) menerima kunjungan akademik dalam rangka Geopark Exchange Program, belum lama ini.

Kegiatan tersebut melibatkan delegasi dari Kochi University, Jepang, serta Prof. Mega dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kerjasama akademik dan pertukaran pengetahuan di bidang geologi serta pengelolaan kawasan geopark.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi, Aisyah, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan momentum strategis untuk memperluas jejaring kolaborasi internasional sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi geosains.

Baca Juga: Bisnis Batu Pantai di Cisolok, Antara Usaha Rakyat dan Keutuhan Bentang Alam Pesisir Sukabumi

“Kami menyambut baik Geopark Exchange Program ini sebagai langkah konkret membangun sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri, untuk mengembangkan literasi geologi dan pemanfaatan pusat informasi kebumian bagi masyarakat.” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Menurut Aisyah, Unit Pelayanan Perpustakaan Palabuhanratu tidak hanya berfungsi sebagai ruang baca, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran terbuka yang terintegrasi dengan potensi geopark di kawasan tersebut. “Perpustakaan wisata ini kami dorong menjadi ruang edukasi kebumian yang inklusif, tempat masyarakat, pelajar, hingga wisatawan bisa belajar langsung tentang karakteristik geologi Palabuhanratu dan sekitarnya,” kata Aisyah.

Dalam rangkaian kegiatan, delegasi melakukan diskusi akademik terkait karakteristik geologi kawasan Palabuhanratu, meninjau fasilitas layanan perpustakaan dan pusat informasi geologi, serta bertukar pandangan mengenai pengelolaan koleksi informasi kebumian. Pertemuan tersebut juga membahas peluang pengembangan program edukasi bersama, riset kolaboratif, hingga inisiatif pertukaran peneliti dan mahasiswa di masa mendatang.

Baca Juga: Puluhan Jamu Kuat Mengandung Obat Berbahaya, Bisa Picu Gagal Ginjal hingga Kematian

Dialog yang terbangun dalam kegiatan ini turut menyoroti pentingnya peran perpustakaan daerah dalam mendukung penguatan literasi sains, khususnya literasi geologi. Integrasi fungsi perpustakaan dengan pusat informasi geologi dinilai mampu memperkaya pengalaman belajar masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik Palabuhanratu sebagai destinasi wisata edukatif berbasis geopark.

Aisyah menambahkan, kerjasama lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat kapasitas kelembagaan serta kualitas pelayanan informasi kebumian di daerah. “Kami berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dan menghadirkan program-program literasi geosains yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pengembangan kawasan geopark Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Melalui Geopark Exchange Program ini, Diarpus Kabupaten Sukabumi berharap terbangun kemitraan berkelanjutan antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi, baik nasional maupun internasional. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Palabuhanratu sebagai ruang pembelajaran terbuka yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, kebudayaan, serta potensi pariwisata edukatif secara berkelanjutan. (adv)

 

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT