SUKABUMIUPDATE.com - Bibit Siklon Tropis 90S terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Lampung dalam wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta dan terbentuk pada tanggal 27 Januari 2026 pukul 19.00 WIB.
Dikutip dari TCWC, analisis hari Sabtu, (28/02/2026) pukul 07.00 WIB pusat sirkulasi berada di sekitar 11.6°LS 100.3°BT, dengan kecepatan angin maksimum yang terpantau saat ini 20 knot (37 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1004 hPa.
Lalu analisis satelit dalam 6-12 jam terakhir menunjukkan aktivitas konvektif yang fluktuatif cenderung meningkat tapi bersifat sporadis dan masih terpantau deep convection di sebagian wilayah barat dan barat laut sistem.
Baca Juga: 26 Lokasi Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 di Kota Sukabumi, Lengkap dengan Jadwalnya
Namun sirkulasi pada lapisan permukaan terpantau lemah dengan kecepatan angin berkisar 15–20 knot, terutama di sisi timur sistem, sementara pusat sirkulasinya cenderung meluas.
Bibit Siklon Tropis 90S didukung oleh sejumlah faktor lingkungan, antara lain aktivitas gelombang ekuatorial Rossby, fenomena frekuensi rendah, serta MJO. Selain itu, kelembapan udara tergolong cukup basah di seluruh lapisan, terdapat divergensi kuat di lapisan atas (20–30 knot), dan konvergensi lemah di lapisan bawah.
Meski demikian, terdapat vertical wind shear dalam kategori sedang hingga kuat (20–30 knot), serta vortisitas rendah sampai sedang pada lapisan 850 hPa hingga 500 hPa.
Baca Juga: Ini Lokasi Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 di Kabupaten Sukabumi, Lengkap!
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, dalam 24 jam ke depan intensitas bibit 90S diperkirakan tetap bertahan (persisten) dengan kecepatan angin di sekitar sistem antara 5–20 knot dan bergerak perlahan ke arah timur.
Untuk 48 jam ke depan, sirkulasi sistem diproyeksikan semakin meluas ke arah timur. Secara umum, peluang bibit 90S berkembang menjadi siklon tropis dalam 24–72 jam ke depan tergolong rendah.
Dalam 24 jam ke depan hingga 1 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, bibit 90S berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia, berupa tinggi gelombang kategori sedang (1,25–2,5 meter) di wilayah berikut:
- Samudra Hindia barat Lampung
- Samudra Hindia selatan Jawa
- Selat Sunda bagian selatan
Dengan demikian diimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran di wilayah terdampak untuk tetap waspada potensi gelombang tinggi dan kondisi perairan yang dapat berbahaya.
Editor : Ikbal Juliansyah