Sukabumi Update

Informasi Tinggi Gelombang di Pesisir Palabuhanratu Sukabumi dan Jawa Barat

Gelombang sedang di perairan selatan Jawa Barat, termasuk Palabuhanratu Sukabumi, 24–27 Maret 2026. (Sumber : BMKG).

SUKABUMIUDPATE.com - Badan Meteoroligi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menginformasikan Tinggi Gelombang untuk wilayah perairan Indonesia, khususnya Sukabumi dan Jawa Barat, dalam periode 24 Maret 2026 Pukul 07.00 WIB - 27 Maret 2026 Pukul 07.00 WIB

Berdasarkan data dari BMKG pada Selasa 24 Maret 2026, tinggi gelombang di wilayah perairan Sukabumi termasuk Palabuhanratu berada di kisaran sekitar 1,9 hingga 2,0 meter. Kondisi ini termasuk dalam kategori gelombang sedang, yang umumnya berada pada rentang 1,25 hingga 2,5 meter. 

Selain informasi tinggi gelombang, di Palabuhanratu Sukabumi juga terlihat data kondisi cuaca berupa suhu dan kelembapan udara. Suhu udara tampak berada di kisaran 30–35°C, sementara kelembapan relatif menunjukkan tren meningkat hingga mendekati 80%.

Kecepatan Angin

Grafik menunjukkan pergerakan angin yang cukup dinamis namun tetap dalam kategori aman (di bawah ambang batas waspada 25 kt).

  • Siang Hari (24 Maret): Kecepatan angin berada di kisaran 7 – 9 knot.
  • Sore hingga Malam: Terjadi penurunan kecepatan yang signifikan mulai pukul 18:00, turun hingga sekitar 3 knot.
  • Hembusan (Gust): menunjukkan hembusan angin bisa mencapai 10 – 13 knot, terutama pada siang hari.

Arus Laut 

Kondisi arus laut di wilayah ini terpantau stabil dengan kecepatan yang rendah ke sedang.

  • Kecepatan: Arus bergerak di kisaran 0.6 hingga 0.8 knots.
  • Tren: Puncak kecepatan arus terjadi pada sore hari sekitar pukul 18:00 hingga 21:00 (mencapai 0.8 knots), kemudian sedikit melambat saat memasuki dini hari tanggal 25 Maret.

Pasang Surut (Pasang Surut)

Grafik ini menunjukkan fluktuasi ketinggian permukaan air laut (dalam satuan meter).

  • Pasang Tertinggi: Terjadi pada pagi hari sekitar pukul 10:00 - 11:00 WIB dengan ketinggian mencapai lebih dari +0.5 meter.
  • Surut Terendah: Air laut mencapai titik terendah pada sore hari sekitar pukul 17:00 WIB, menyentuh angka hampir -0.8 meter.
  • Siklus Kedua: Setelah surut di sore hari, air mulai pasang kembali pada tengah malam (sekitar pukul 00:00) namun tidak setinggi pasang pagi hari, yakni hanya sekitar +0.2 meter, lalu cenderung menurun kembali menuju pagi hari tanggal 25 Maret

25-27 Maret 2026

Berdasarkan grafik data cuaca maritim untuk periode 25 Maret hingga pagi hari 27 Maret 2026, berikut adalah analisis untuk perairan Palabuhanratu, Sukabumi:

1. Suhu & Kelembaban

Kondisi udara di perairan cenderung lembap dengan fluktuasi suhu yang stabil.

  • Suhu: Berkisar antara  23–28°C. Suhu tertinggi terjadi pada siang hari (sekitar pukul 12:00) dan menurun hingga titik terendah pada dini hari.
  • Kelembaban: Sangat tinggi, berada di rentang 80%.

2. Kecepatan Angin (Kecepatan Angin)

Angin terpantau masih dalam kategori aman untuk pelayaran kecil, namun ada peningkatan hembusan di waktu tertentu.

  • Tren Harian: Kecepatan angin rata-rata berada di angka 10 – 14 knot.
  • Puncak Angin: Terjadi pada siang hari tanggal 26 Maret, di mana kecepatan rata-rata mencapai 14 knot dengan hembusan (gust) mencapai 23 knot.

Tinggi Gelombang dan Arus Laut

Tinggi gelombang berada di kisaran sekitar 1,6 hingga 2,2 meter. Pada awal 25 Maret, gelombang sempat berada di atas 2 meter, kemudian menurun hingga sekitar 1,6–1,7 meter, sebelum kembali naik mendekati 2 meter pada 26 Maret siang. Sementara itu, arus laut terlihat cukup stabil dengan kecepatan berkisar antara 0,9 hingga 1,1 knot. 

Tinggi Gelombang Wilayah Perairan Indonesia Termasuk Jawa Barat

Sementara itu dikutip dari BMKG, pola angin di wilayah Indonesia di bagian utara bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 20 knot, sementara di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru bagian tengah, Laut Arafuru bagian utara, Samudera Hindia selatan NTT.

Tinggi Gelombang 1.25 - 2.5 m 

Gelombang dengan tingggi sekitar 1.25-2.5 m, berpeluang terjadi di: Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kep. Nias, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian tengah, Laut Jawa bagian timur, Laut Sumbawa, Laut Flores, Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi bagian timur, Samudra Pasifik utara Maluku, Laut Maluku, Laut Banda, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Pasifik utara Papua, Laut Arafuru bagian tengah, Laut Arafuru bagian barat.

Saran Keselamatan, berisiko terhadap keselamatan pelayaran: Perahu Nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 m. Kapal Tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 m.

Tinggi Gelombang 2.5 - 4.0 m 

Gelombang dengan tinggi sekitar  2.5 - 4.0 m berpeluang terjadi di: Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan NTT 

Saran Keselamatan, berisiko terhadap keselamatan pelayaran: .Perahu Nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 m. Kapal Tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 m- Kapal Ferry apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2.5 m

Sebagai kesimpulan, pada periode 24 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 27 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Barat, termasuk pesisir Pealabuhanratu, berpotensi mengalami tinggi gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.  Kondisi ini tergolong dalam kategori gelombang sedang.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT