SUKABUMIUPDATE.com - Saat ini ada banyak sekali jenis bahan bakar yang digunakan di Dunia dan salah satu yang paling banyak digunakan adalah LPG. LPG atau yang dibaca Elpiji adalah salah satu bahan bakar gas yang banyak digunakan di Dunia termasuk Indonesia. Tak hanya untuk industri, bahan bakar gas ini juga dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.
Karena itu, keberadaan LPG ini menjadi sangat penting karena sudah jadi kebutuhan pokok masyarakat saat ini. Sedikit saja terjadi masalah dalam penyaluran LPG maka akan berdampak kurang baik bagi kehidupan sehari-hari bahkan tak jarang menimbulkan kepanikan.
Lalu, dari mana sebenarnya bahan bakar gas ini berasal dan bagaimana cara mengolahnya hingga bisa sampai di rumah tangga? Nah, berikut ini kita akan membahas sedikit tentang gas LPG/Elpiji tersebut yang dirangkum dari berbagai sumber.
Baca Juga: Gas Elpiji 3 Kg Langka? Mengenal Jenis-jenis Tabung Gas LPG di Indonesia
Apa Itu Gas LPG (Elpiji)
Dikutip dari laman Chandra Asri, LPG adalah sekumpulan senyawa hidrokarbon cair yang berisi gas butana dan propana. Gas ini umunya diproduksi dari pemisahan gas alam atau penyulingan minyak bumi yang diubah menjadi cair dengan suhu rendah dan tekanan tinggi. Volume bahan bakar ini lebih kecil jika dalam bentuk cair jika dibandingkan dalam bentuk gas. Hal tersebut yang menyebabkan mengapa gas LPG diedarkan dalam bentuk cair dan dikemas dalam tabung logam bertekanan. Hal tersebut juga bertujuan untuk mencegah ekspansi panas dan penguapan.
Sifat Gas LPG (Elpiji)
Dikutip dari laman solarindustri, LPG memiliki sifat yang unik dibandingkan dengan jenis bahan bakar lain. Gas ini memiliki titik didih sangat rendah, tidak berwarna, tidak beracun, memiliki bau menyengat, sangat mudah terbakar, sangat mudah menuap. Sifat lainnya dari LPG adalah berbentuk cair dan gas, dimana bahan bakar ini akan berbentuk cair saat disimpan di dalam tabung dan berubah menjadi gas jika dilepaskan ke tekanan atmosfer.
Bagaimana LPG Dihasilkan
Ada beberapa cara untuk menghasilkan gas LPG/Elpiji agar bisa dimanfaatkan menjadi bahan bakar bagi masyarakat.
1. Dari Gas Alam
LPG dapat diproduksi dari gas alam. Pertama, gas alam akan dikumpulkan dari bawah tanah. Gas ini umumnya mengandung berbagai gas dan cairan, seperti metana, etana, propana, dan butana.
Sebelum dipasarkan, LPG akan dipisahkan berdasarkan seberapa “basah” gasnya. Misalnya, NGL atau Natural Gas Liquid yang dibentuk dari 10% uap gas tak terproses akan dipisahkan dari LPG yang berisi propana dan butana.
2. Dari Minyak Bumi
LPG juga bisa didapatkan dari minyak bumi yang diolah dari serangkaian proses, misalnya distilasi dan cracking. Sama seperti LPG dari gas alam, LPG dari minyak bumi juga dipisahkan berdasarkan kadar “basah” dari proses penyulingan.
Kemudian, proses berlanjut ke fraksinasi LPG atau pemisahan LPG dengan gas-gas, seperti isobutana, propana, dan butana. Selanjutnya, LPG akan disimpan di tangki atau tabung untuk didistribusikan.
3. Dari Sumber Terbarukan
Gas cair ini juga dapat diproduksi dari sumber terbarukan dan bahan baku daur ulang, seperti sisa tanaman dan limbah organik. LPG ini biasanya disebut dengan BioLPG. Limbah organik akan diolah dengan teknologi khusus sehingga menghasilkan biopropana dan propana terbarukan. LPG jenis ini dapat dimanfaatkan untuk mengurangi jejak karbon.
Komponen Utama LPG
LPG atau Elpiji terbagi menjadi tiga jenis yaitu LPG propana, LPG butana dan LPG campuran (gabungan antara komponen propana dan butana). Dikutip dari solarindustri, hal tersebut tercantum dalam Keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Nomor: 25K/36/DDJM/1990. 3 tiga jenis LPG tersebut tersusun atas komponen utama yang berbeda di setiap jenisnya, berikut ini merupakan komponen utama LPG:
1. Propana
Propana adalah salah satu senyawa hidrokarbon yang terdiri dari 3 atom C (karbon) dan 8 atom H (hidrogen). Senyawa ini memiliki titik didih yang sangat rendah yaitu -42oC. Biasanya, propana digunakan untuk kepentingan di luar ruangan.
Selain itu, propana juga biasa digunakan untuk kepentingan komersial, seperti pemanas sentral, memasak, dan transportasi. Komponen
2. Butana
Komponen utama lainnya dari elpiji adalah butana. Butana sendiri memiliki struktur kimia dengan 4 atom C dan 10 atom H (C₄H₁₀). Titik didih butana lebih tinggi daripada propana yaitu -2oC sehingga butana cocok untuk digunakan sebagai bahan bakar portable. Selain itu, butana menghasilkan energi yang lebih banyak daripada propana. Butana juga dapat digunakan sebagai propellant dan refrigerant.
Kenapa LPG Banyak Digunakan Untuk Rumah Tanga
Bahan bakar ini banyak dimanfaatkan untuk rumah tangga terutama untuk memasak. Hal tersebut karena LPG dinilai memiliki banyak kelebihan untuk rumah tangga yaitu;
- Rendah emisi: Jika dibandingkan dengan bahan bakar minyak atau arang, LPG mengeluarkan emisi yang lebih aman.
- Tersedia di mana saja: Anda bisa mendapatkan LPG di pangkalan, atau bahkan toko-toko kelontong dan minimarket.
- Tidak mengeluarkan asap: Jika dibandingkan dengan arang, pembakaran menggunakan LPG tidak mengeluarkan asap sehingga tidak menimbulkan polusi udara yang berbahaya.
- Fleksibel: LPG dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, mulai dari keperluan komersial di industri hingga keperluan rumahan, seperti untuk memasak.
Itulah beberapa hal yang perlu diketahui mengenai LPG atau Elpiji, salah satu bahan bakar yang banyak digunakan di DUnia termasuk Indonesia.
Editor : Dede Imran