Sukabumi Update

Distanhorti Jabar Gandeng IPB, Terapkan Metode SATREPS untuk Akurasi Asuransi Pertanian

Kepala Distanhorti Jabar Dadan Hidayat bersama Tim P4W IPB University. (Sumber : IG Distanhorti Jabar)

SUKABUMIUPDATE.com – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat (Distanhorti Jabar) terus memperkuat kapasitas petugas lapangan guna menghadapi tantangan perubahan iklim. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melalui penerapan metode pengukuran kerusakan tanaman padi versi SATREPS.

Kepala Distanhorti Jabar, Dadan Hidayat, menghadiri langsung pembukaan pelatihan bertajuk "Penerapan Metode Kerusakan Padi versi SATREPS untuk Peningkatan Kapasitas Penyuluh dan Petugas Lapangan" di UPTD Balai Pelatihan Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari riset Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT) yang melibatkan kolaborasi antara Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), Tim P4W – IPB University, serta Distanhorti Jabar.

Baca Juga: Perkuat Integritas dan Disiplin, Distanhorti Jabar Gelar Pembinaan ASN Lingkup Dinas

Dadan Hidayat menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor ini sangat penting untuk menghadirkan inovasi berbasis riset yang aplikatif. Fokus utama dari metode SATREPS ini adalah meningkatkan akurasi identifikasi serta pengukuran tingkat kerusakan tanaman padi secara lebih terstandar.

"Keakuratan data kerusakan sangat krusial, terutama dalam mendukung implementasi program asuransi pertanian. Di tengah dinamika perubahan iklim, asuransi menjadi perlindungan utama bagi petani agar tidak mengalami kerugian total," ujar Dadan.

Pelatihan ini diikuti oleh 40 orang Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Para peserta digembleng untuk meningkatkan kompetensi teknis dalam melakukan pengamatan dan pelaporan kerusakan tanaman di lapangan.

Melalui metode SATREPS, para petugas diharapkan memiliki parameter yang lebih presisi dalam menilai kerusakan lahan akibat hama maupun bencana alam. Hal ini akan berdampak langsung pada efektivitas klaim asuransi pertanian yang lebih cepat dan tepat sasaran.

"Dengan petugas yang kompeten dan teknologi yang akurat, kita harapkan ketahanan sektor pertanian di Jawa Barat semakin kuat, dan kesejahteraan petani lebih terjamin melalui sistem asuransi yang handal," pungkasnya. (adv)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT