SUKABUMIUPDATE.com - Wargi Sukabumi pastinya pernah mengalami atau melakukannya ketika saat bangun tidur yang di cari adalah Handphone. Kebiasaan bermain HP sesaat setelah bangun tidur ternyata sudah menjadi rutinitas keseharian banyak orang dan ternyata picu stres.
Alih-alih memulai keseharian dengan aktivitas yang bermanfaat seperti beribadah atau peregangan ringan saat bangun tidur, beberapa orang justru langsung disibukkan dengan notifikasi dan layar Gadgetnya.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam media sosial pribadinya mengingatkan bahwa kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental dan fokus seseorang sepanjang hari. Ia menjelaskan bahwa otak manusia membutuhkan waktu untuk beradaptasi setelah bangun tidur, layaknya mesin yang memerlukan pemanasan sebelum digunakan secara optimal.
“Siapa nih dari kalian yang kalau bangun bukannya langsung salat malah langsung main HP? Main HP langsung sesudah bangun adalah masalah. Kenapa? Karena otak kita itu belum beradaptasi. Kita sekarang sudah langsung lihat HP ada segala macam informasi, ada yang bagus, ada yang jelek. Itu nanti akan membebani otak kita yang baru bangun ini,” ujar Budi dikutip dalam keterangan, Jumat (10/04/2026).
Baca Juga: 8 Tim Siap Jegal Persib Bandung Hattrick Juara di Sisa Laga Super League 2025/2026
Data Penggunaan Teknologi Informasi di Sukabumi
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi yang diperbarui pada 19 Januari 2024, tercatat persentase anggota rumah tangga berusia 5 tahun ke atas yang menggunakan telepon seluler (HP), perangkat nirkabel, atau komputer berdasarkan jenis kelamin kepala rumah tangga (KRT) pada tahun 2023.
Untuk penggunaan perangkat teknologi, persentasenya adalah sebagai berikut:
- Laki-laki: 89,26 persen
- Perempuan: 83,55 persen
Sementara itu, untuk akses internet pada kelompok dengan jenis kelamin di Kota Sukabumi tahun 2023, diperoleh data:
- Laki-laki: 79,32 persen
- Perempuan: 72,29 persen
Di sisi lain, data dari BPS Kabupaten Sukabumi yang terakhir diperbarui pada 17 Mei 2024 menunjukkan persentase penduduk berusia 5 tahun ke atas berdasarkan karakteristik dan penggunaan teknologi informasi dalam tiga bulan terakhir tahun 2023.
Pada indikator penggunaan telepon seluler (HP), perangkat nirkabel, maupun komputer (PC/desktop, laptop/notebook, tablet), diperoleh hasil:
- Laki-laki: 75,53 persen
- Perempuan: 62,35 persen
Data ini menunjukkan bahwa tingkat penggunaan teknologi informasi, baik perangkat maupun akses internet, masih lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan perempuan di wilayah Sukabumi pada tahun 2023.
Dimana berdasarkan data diatas, tidak menutup kemungkinan banyak juga warga Sukabumi yang menggunakan HP saat bangun tidur.
Menkes Budi menjelaskan jika paparan informasi yang berlebihan di pagi hari, menurutnya, dapat memicu stres dan menurunkan kemampuan fokus. Hal ini karena otak yang belum siap harus langsung memproses berbagai rangsangan, mulai dari pesan, berita, hingga media sosial.
Baca Juga: Warga Jawa Barat Tertinggi Terima Bantuan Pangan, Capai 6 Juta Lebih Penerima
Hal senada juga diungkapkan oleh Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya Fety Khosianah, menurutnya seseorang yang gemar membuka HP sesaat usai bangun tidur adalah menempatkan dirinya dalam situasi yang penuh tekanan.
Banyaknya pesan yang masuk di HP melalui berbagai platform seperti salah satunya WhatsApp membuat orang tersebut semakin bingung harus merespon yang mana terlebih dahulu.
“Hal ini bukanlah cara yang tepat untuk memulai hari, mengingat fakta bahwa seseorang akan melihat banyaknya pesan dari berbagai aplikasi, dan membuat terganggu untuk memulai hari dengan pikiran yang tenang dan nyaman,”jelas Fety Senin (27/6/22), dikutip dalam keterangan.
Sementara itu Menkes Budi menyarankan agar waktu saat bangun tidur dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas ringan yang menyehatkan, seperti membuka jendela untuk mendapatkan sinar matahari pagi, menghirup udara segar, serta minum air putih. Selain itu, momen pagi juga dapat digunakan untuk merencanakan aktivitas harian agar lebih terarah.
“Daripada kita main HP, mendingan beres-beres tempat tidur. Kita bisa juga membuka jendela untuk mendapat sinar matahari. Kita bisa juga sambil minum air. Kemudian me-review, hari ini kita mau ngapain aja ya?” lanjutnya.
Dengan membiasakan diri menjalani pagi tanpa ponsel, diharapkan hormon kebahagiaan atau dopamin dapat meningkat secara alami dan bertahap. Hal ini berpengaruh positif terhadap suasana hati serta produktivitas sepanjang hari.
Di akhir pesannya, Budi juga mengingatkan bahwa kebiasaan kecil seperti ini bisa jadi menjadi salah satu penyebab stres yang sering tidak disadari.
“Jangan lupa tag lah teman-teman yang suka stres hidupnya itu. Jangan-jangan bukan hanya masalah kerjaan, tapi karena masalah bangun tidur langsung pegang HP,” pungkasnya.
Editor : Ikbal Juliansyah