Sukabumi Update

Distanhorti Jabar dan BRIN Perkuat Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Mutu Benih Hortikultura

Sekretaris Distanhorti Jabar Yanti Hidyatun (kanan) saat menerima kunjungan Pusat Riset Hortikultura BRIN. (Sumber : IG Distanhorti Jabar)

SUKABUMIUPDATE.com – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat (Distanhorti Jabar) menerima kunjungan kerja dari Pusat Riset Hortikultura Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Ruang Rapat Mawar, Bandung, Selasa (5/5/2026). Pertemuan ini fokus pada penguatan inovasi teknologi untuk mendukung komoditas strategis di Jawa Barat.

Kunjungan tersebut diterima oleh Sekretaris Distanhorti Jabar, Yanti Hidyatun, mewakili Kepala Dinas Dadan Hidayat. Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut Kepala UPTD Balai Benih Kentang (BBK) Jabar, Tatang Hidayat, serta perwakilan dari UPTD Balai Benih Hortikultura (BBH) Jabar dan tim program perencanaan.

Agenda utama kunjungan ini adalah monitoring dan evaluasi terhadap enam kegiatan kerja sama riset yang sedang berjalan. Riset tersebut mengusung tema besar: Inovasi Teknologi Hayati, Rekayasa Genetik, dan Sistem Aeroponik dalam Meningkatkan Mutu Benih serta Mengendalikan Penyakit dan Hama Utama pada Kentang, Bawang Merah, dan Kubis.

Implementasi teknologi ini diharapkan mampu memberikan solusi atas tantangan budidaya, khususnya dalam:

  • Penerapan teknologi hayati dan rekayasa genetik.
  • Pengembangan sistem aeroponik untuk produksi benih berkualitas.
  • Pengendalian hama dan penyakit utama pada tanaman kentang, bawang merah, dan kubis.

Baca Juga: Pimpin Apel Pagi, Sekretaris Distanhorti Jabar Tekankan Disiplin & Sosialisasikan Aturan Baru Kinerja ASN

Dalam sambutannya, Yanti Hidyatun menekankan pentingnya hasil nyata dari kerja sama ini bagi para petani. Ia pun memberikan tantangan khusus kepada BBK dan BBH Jabar untuk meningkatkan standar kualitas institusi mereka dalam dua tahun ke depan.

"Kedepannya dalam waktu 2 tahun, lembaga ini khususnya kedua Balai ini harus sudah bisa menaklukkan tantangan dengan menerapkan sistem Sertifikasi Mutu Mandiri (SMM)," tegas Yanti.

Sinergi antara Distanhorti Jabar dan BRIN ini diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas hortikultura strategis. Selain memperkuat ketahanan pangan, inovasi ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Jawa Barat secara berkelanjutan.

Melalui evaluasi ini, kedua belah pihak berharap mendapatkan gambaran komprehensif mengenai capaian serta peluang pengembangan inovasi lebih lanjut guna menjawab tantangan di sektor hortikultura masa depan.

"Hasil kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas strategis seperti kentang, bawang merah, dan kubis, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Jawa Barat secara berkelanjutan," pungkas Yanti Hidyatun. (adv)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT