Sukabumi Update

Pompa Tenaga Surya dan Monorel Pertanian Jadi Inovasi Baru BP Mektan Jabar, Ini Fungsinya

Pompa Tenaga Surya yang dikembangkan UPTD BP Mektan Distanhorti Jabar. (Sumber Foto: Dok. SU)

SUKABUMIUPDATE.com – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BP Mektan) Provinsi Jawa Barat mengembangkan inovasi alat mesin pertanian (alsintan) terbaru untuk menjawab tantangan krisis energi dan medan lahan yang sulit. Dua inovasi unggulan yang tengah dikembangkan adalah pompa air tenaga surya dan monorel alat angkut hortikultura.

Ketua Tim Pengembangan Alsintan UPTD BP Mektan Jabar, Tatang Sulaiman, mengungkapkan bahwa pengembangan pompa air tenaga surya dilatarbelakangi oleh kelangkaan BBM dan kebutuhan akan energi terbarukan di sektor pertanian.

"Pompa air tenaga surya ini dirancang sebagai solusi menghadapi kemarau panjang akibat fenomena El Nino di tahun 2026. Ini adalah ikhtiar kami untuk membantu petani mendapatkan pengairan tanpa ketergantungan pada BBM," ujar Tatang kepada sukabumiupdate.com di Gedung Showroom BP Mektan Jabar, Cianjur, Senin (11/5/2026).

Riset Satu Tahun dan Uji Coba Lapangan

Inovasi pompa tenaga surya ini dikembangkan menggunakan anggaran APBD tahun 2025. Proses pengembangannya memakan waktu satu tahun anggaran yang meliputi tahap riset, pencarian referensi, pembuatan gambar teknik, hingga fabrikasi.

Saat ini, BP Mektan telah memproduksi tiga unit prototipe yang akan diuji coba secara bertahap. Lokasi uji coba pertama dilakukan di Bojongpicung, Cianjur, yang berdekatan dengan kantor balai.

"Kedepannya, kami akan melakukan uji coba di Satuan Pelayanan (Satpel) kami yang tersebar di Karawang, Cirebon, dan Pangandaran. Jika hasilnya efektif dan sesuai kebutuhan lapangan, kami berharap ada dukungan anggaran untuk memproduksi lebih banyak bagi petani," tambah Tatang.

Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan Publik, BP Mektan Jabar Siapkan Fasilitas Lab Uji Hingga Brigade Alsintan

Monorel: Solusi Angkut di Lahan Terasering

Selain masalah pengairan, BP Mektan Jabar juga memperkenalkan Monorel Pertanian. Alat ini dirancang khusus untuk membantu petani hortikultura di wilayah dengan topografi curam atau terasering, seperti lahan di Pangalengan dan Kabupaten Bandung Barat.

Fungsi utama monorel ini adalah sebagai alat transportasi untuk mengangkut pupuk maupun hasil panen, sehingga petani tidak perlu lagi memanggul beban berat di lahan yang terjal.

"Untuk monorel, kami akan aplikasikan di Balai Kentang Pangalengan (Kabupaten Bandung). Saat ini rel yang sudah diuji coba sepanjang 50 meter. Kami membangun rel khusus untuk mempermudah aksesibilitas di lahan horti yang curam," jelasnya.

Inovasi-inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja petani di Jawa Barat, baik dari sisi biaya operasional pengairan maupun kemudahan logistik di lahan yang sulit dijangkau kendaraan biasa.

BP Mektan Jabar berkomitmen untuk terus menyempurnakan teknologi ini agar dapat diaplikasikan secara luas sesuai dengan jalur kebutuhan di lapangan, sekaligus mendorong mekanisasi pertanian yang modern dan ramah lingkungan. (adv)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT