Sukabumi Update

Gigi Kamu Bolong? Tenang, Jepang Lagi Bikin Obat Penumbuh Gigi Baru!

Ilustrasi gigi bolong. (Sumber : pexels.com/@SweeMing YOUNG).

SUKABUMIUPDATE.com - Kabar baik untuk kalian yang memiliki gigi berlubang atau kehilangan gigi, Nah Negara Jepang telah melakukan uji klinis fase pertama pertama di dunia untuk obat regenerasi gigi alami bernama TRG-035.

Seperti diketahui, gigi pada orang dewasa umumnya tidak dapat tumbuh kembali jika tanggal atau patah, berbeda dengan gigi anak-anak. Obat ini bekerja dengan mengubah jalur persinyalan molekul dalam tubuh yang berperan penting dalam pembentukan dan pertumbuhan gigi.

Secara sederhana, TRG-035 akan mengaktifkan tunas gigi dorman yang biasanya tidak berkembang pada manusia dewasa, lalu merangsang pertumbuhan gigi baru secara alami.

Informasi ini disampaikan oleh dokter sekaligus edukator kesehatan, Adam Prabata, melalui unggahan di platform X pada 10 Mei. 

Baca Juga: Kawah Rengganis Ciwidey, Wisata Air Panas Alami di Tengah Pegunungan

“Nah saat ini uji klinisnya sudah berjalan sekitar tahun 2024-2025, dengan target bisa digunakan pada 2030,” ujarnya dikutip dalam keterangan.

Harapannya, penelitian ini dapat memungkinkan gigi yang hilang tumbuh kembali secara alami tanpa perlu menggunakan implan maupun gigi palsu.

Mengutip laman Yahoo, saat ini tiga puluh pria Jepang sedang menjadi bagian dari sejarah medis karena mengikuti uji coba manusia pertama di dunia untuk TRG-035. Obat ini dirancang untuk meregenerasi gigi asli pada orang dewasa yang kehilangan gigi. 

Setelah hampir tiga dekade penelitian, tim Dr. Katsu Takahashi di Rumah Sakit Universitas Kyoto memulai uji coba Fase I pada akhir tahun 2024. Penelitian tersebut menargetkan protein yang selama ini menekan tunas gigi geraham bungsu yang tidak aktif sepanjang hidup manusia.

Terobosan ini berpusat pada penetralan protein USAG-1, yaitu protein yang secara aktif mencegah perkembangan gigi bungsu. Protein tersebut dapat diibaratkan sebagai “rem biologis” yang telah aktif sejak masa kanak-kanak.

Baca Juga: Cuaca Jabar 15 Mei 2026: Sukabumi Berawan di Pagi Hari dan Hujan Siang Harinya

Dengan TRG-035 ini akan bekerja sebagai antibodi monoklonal yang menonaktifkan rem tersebut, sehingga tunas gigi yang dorman dapat berkembang menjadi gigi yang berfungsi secara alami.

Penelitian pada hewan, khususnya tikus dan musang, menunjukkan terbentuknya gigi lengkap dengan integrasi alami tanpa memerlukan prosedur implantasi bedah. Pendekatan ini dinilai sangat berbeda dibandingkan solusi perawatan gigi yang ada saat ini.

Target Penggunaan dan Tahapan Selanjutnya

Ketersediaan komersial obat ini ditargetkan pada tahun 2030. Penggunaan awal akan difokuskan pada anak-anak yang lahir tanpa gigi, sebelum nantinya diperluas untuk mengatasi kehilangan gigi pada orang dewasa.

Tahap berikutnya akan difokuskan pada anak-anak usia 2–7 tahun yang mengalami anodontia atau oligodontia kongenital, yaitu kondisi ketika anak lahir tanpa beberapa atau seluruh gigi. Kondisi ini dianggap sebagai kebutuhan medis paling mendesak sekaligus memiliki jalur regulasi yang lebih jelas.

Baca Juga: Pendaki Asal Cibadak Sukabumi Meninggal Dunia di Bukit Penyesalan Gunung Rinjani

Setelah itu, pengembangan akan diperluas untuk penggantian gigi pada orang dewasa, yang berpotensi menjadi alternatif selain gigi palsu dan implan.

Jika berhasil, TRG-035 berpotensi mengubah industri implan gigi global senilai 4,6 miliar dolar AS yang selama ini dibangun atas asumsi bahwa kehilangan gigi bersifat permanen.

Sumber: Berbagai Sumber

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT