Sukabumi Update

BP Mektan Jabar Kembangkan SADASA, Inovasi Digital untuk Percepat Akreditasi Lab Alsintan

Kepala BP Mektan Jabar Anggi Jingga saat mempresentasikan proyek aksi perubahan. (Sumber Foto: Dok. Distanhorti Jabar)

SUKABUMIUPDATE.com – UPTD Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BP Mektan) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat mengembangkan Sistem Digital Dokumentasi Akreditasi (SADASA) sebagai inovasi untuk mempercepat proses akreditasi Laboratorium Pengujian Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).

Inovasi tersebut menjadi salah satu terobosan yang dipaparkan Kepala BP Mektan Jabar, Anggi Jingga, dalam Seminar Rancangan Aksi Perubahan Kinerja Organisasi Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Provinsi Jawa Barat di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, Cimahi, Selasa (26/5/2026).

Dalam seminar tersebut, Anggi mempresentasikan Rancangan Aksi Perubahan (RAP) bertajuk "Akselerasi Proses Akreditasi Laboratorium Pengujian Alat Mesin Pertanian Melalui Penyusunan Dokumen Sistem Mutu dan Digitalisasi Arsip Terpusat".

Menurut Anggi, pengembangan SADASA dilatarbelakangi kebutuhan untuk memperkuat sistem manajemen mutu laboratorium sekaligus menjawab berbagai masukan pengguna layanan yang menginginkan peningkatan standar mutu laboratorium pengujian alsintan.

Baca Juga: Anggi Jingga Tekankan Sinergi Stakeholder dalam Akreditasi Laboratorium Alsintan

Berdasarkan hasil Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tahun 2025 dan 2026, sejumlah pengguna layanan menyoroti pentingnya penerapan standar ISO/IEC 17025, digitalisasi dokumentasi hasil pengujian, penguatan sistem manajemen mutu, pengendalian dokumen, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia laboratorium.

"Laboratorium pengujian yang terakreditasi memiliki peran strategis dalam menjamin kualitas, keandalan, dan validitas hasil pengujian alat dan mesin pertanian. Namun demikian, masih terdapat kendala dalam pengelolaan dokumen sistem mutu, penyimpanan arsip, serta keterbatasan sistem dokumentasi yang belum terintegrasi secara digital," ujar Anggi.

Ia menjelaskan, selama ini pengelolaan dokumen mutu dan arsip akreditasi masih menjadi salah satu tantangan dalam proses pemenuhan standar SNI ISO/IEC 17025:2017 yang ditetapkan Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Melalui SADASA, BP Mektan Jabar melakukan transformasi pengelolaan dokumen dari sistem berbasis kertas menjadi sistem digital terintegrasi berbasis cloud dengan memanfaatkan Google Workspace.

Sistem tersebut memungkinkan seluruh dokumen mutu tersimpan secara terpusat dengan pengaturan hak akses sesuai kewenangan masing-masing pengguna, mulai dari manajer puncak, manajer mutu, manajer teknis, manajer administrasi hingga penguji laboratorium.

Selain itu, SADASA juga dilengkapi fitur pengingat otomatis untuk berbagai agenda penting seperti jadwal kalibrasi alat dan kaji ulang manajemen sehingga membantu memastikan seluruh persyaratan mutu dapat dipenuhi tepat waktu.

"Melalui pendekatan inovasi digitalisasi SADASA (Sistem Digital Dokumentasi Akreditasi), pembentukan Klinik ISO 17025 Mandiri, dan penerapan Lean Laboratory Management, maka akar permasalahan akan terselesaikan secara efektif dan efisien," kata Anggi.

Menurutnya, penerapan sistem digital akan meningkatkan efisiensi pengelolaan dokumen, mempercepat proses pencarian arsip, serta mengurangi risiko kehilangan atau kerusakan dokumen yang dibutuhkan dalam proses audit maupun asesmen akreditasi.

Selain mendukung proses akreditasi, digitalisasi dokumentasi juga menjadi bagian dari upaya transformasi tata kelola laboratorium agar lebih modern, transparan, dan akuntabel.

Anggi menambahkan, keberhasilan akreditasi laboratorium pengujian alsintan nantinya tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas layanan, tetapi juga mendukung pengawasan mutu alat dan mesin pertanian yang beredar di Jawa Barat.

Dengan mutu alsintan yang lebih terjamin, penggunaan teknologi mekanisasi pertanian diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas hasil pertanian sehingga berkontribusi terhadap peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura di Jawa Barat.

"Penguatan sistem dokumentasi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan laboratorium pengujian alsintan yang memenuhi standar nasional maupun internasional. Melalui SADASA, kami berharap proses akreditasi dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan," pungkasnya. (adv)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT