Sukabumi Update

Mahasiswa Asal Pakistan, Maroko, dan Myanmar Harumkan Nusa Putra di Ajang Inovasi Asia Tenggara

Tiga mahasiswa internasional Universitas Nusa Putra berhasil meraih Bronze Medal pada ajang SEA-CICSIC 2026 di Malaysia. (Sumber Foto: Dok. NPU)

SUKABUMIUPDATE.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Nusa Putra Sukabumi di tingkat internasional. Tiga mahasiswa asing yang tengah menempuh pendidikan di kampus tersebut berhasil mengharumkan nama Indonesia setelah meraih Bronze Medal pada ajang Southeast Asia Division Contest of China International College Students' Innovation Competition (SEA-CICSIC) 2026 yang berlangsung di Xiamen University Malaysia (XMUM), Malaysia, pada 19-21 Juni 2026.

Penghargaan tersebut diraih oleh tim yang terdiri dari Asma Gulab asal Pakistan, El Mouataz Benmanssour asal Maroko, dan Oak Soe asal Myanmar. Sebelum tampil di tingkat Asia Tenggara, ketiganya lebih dahulu lolos dari babak awal kompetisi setelah meraih First Prize pada Round One China International College Students' Innovation Competition (CICSIC) 2026.

Keberhasilan tersebut membawa mereka bersaing dengan tim-tim terbaik dari 11 negara dalam salah satu kompetisi inovasi mahasiswa terbesar di dunia. Ajang ini setiap tahunnya diikuti jutaan mahasiswa dan proyek inovatif dari berbagai perguruan tinggi internasional.

Dalam kompetisi tersebut, tim Universitas Nusa Putra memperkenalkan inovasi bernama Intelligent Healing Palm Chip, sebuah sarung tangan rehabilitasi pintar yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Perangkat ini dirancang untuk membantu proses pemulihan pasien stroke, penderita cedera saraf, lansia, hingga individu yang mengalami gangguan fungsi gerak pada tangan.

Baca Juga: Meriah! ICF 2026 Nusa Putra University Hadirkan Kuliner dan Budaya Lintas Negara di Sukabumi

Tak hanya itu, teknologi yang dikembangkan juga memiliki kemampuan menghasilkan energi listrik secara mandiri melalui gerakan jari pengguna menggunakan sistem triboelectric self-powering. Fitur tersebut membuat perangkat tidak terlalu bergantung pada baterai. Selain itu, sistem AI yang tertanam mampu melakukan analisis secara real-time, sementara teknologi berbasis cloud memungkinkan tenaga medis memantau perkembangan pasien dari jarak jauh.

Rektor Universitas Nusa Putra, Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang diraih mahasiswa internasional kampusnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa keberagaman budaya yang ada di lingkungan kampus mampu melahirkan inovasi yang kompetitif di tingkat global.

"Kami sangat bangga atas pencapaian mahasiswa kami yang berhasil melalui perjalanan luar biasa, mulai dari meraih First Prize pada Round One hingga membawa pulang Bronze Medal pada Southeast Asia Division Contest di Malaysia. Prestasi ini menunjukkan bahwa keberagaman yang dimiliki Nusa Putra University mampu melahirkan kolaborasi dan inovasi yang berdaya saing global. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dunia," ujarnya.

Baca Juga: Mahasiswa Akuntansi Nusa Putra University Raih Best Profitability Strategy di IBPC 2026 Malaysia

Salah satu anggota tim, Asma Gulab, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja sama dan kolaborasi yang dibangun selama mengikuti kompetisi. Menurutnya, keberhasilan di babak awal menjadi motivasi bagi tim untuk terus memberikan yang terbaik hingga tingkat regional Asia Tenggara.

"Meraih First Prize pada Round One menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus melangkah ke tahap berikutnya. Kompetisi di Malaysia memberikan pengalaman yang luar biasa karena kami harus bersaing dengan tim-tim terbaik dari berbagai negara. Bronze Medal ini bukan akhir, tetapi menjadi langkah untuk terus mengembangkan inovasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Asma.

Ia menambahkan, pengalaman berkompetisi di tingkat internasional tidak hanya memperkaya kemampuan teknis, tetapi juga mengasah keterampilan komunikasi, kerja sama lintas budaya, dan pemahaman terhadap berbagai persoalan kesehatan yang membutuhkan solusi berbasis teknologi.

Keberhasilan mahasiswa asal Pakistan, Maroko, dan Myanmar tersebut sekaligus menjadi gambaran nyata semangat internasionalisasi yang terus dikembangkan Universitas Nusa Putra. Kolaborasi lintas negara yang terbangun di lingkungan kampus dinilai menjadi modal penting dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat global.

Rangkaian prestasi yang diawali dengan keberhasilan meraih First Prize pada babak Round One dan berlanjut dengan raihan Bronze Medal di Malaysia semakin mempertegas komitmen Universitas Nusa Putra dalam mencetak generasi muda yang inovatif, adaptif, dan mampu bersaing di panggung internasional. (*)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT