Sukabumi Update

Viral Isu PHK Massal Karyawan Tokopedia, TikTok Akui Ada Restrukturisasi Divisi R&D

TikTok dan Tokopedia resmi bekerjasama dan akan memulai uji coba layanan saat Harbolnas 12 Desember 2023 (Sumber : Istimewa).

SUKABUMIUPDATE.com - Jagat maya dihebohkan oleh isu pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di Tokopedia. Menanggapi hal tersebut, TikTok akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait kondisi yang terjadi.

Pihak perusahaan membenarkan adanya langkah penataan ulang organisasi, khususnya pada divisi riset dan pengembangan (Research & Development/R&D).

TikTok menegaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis demi memperkokoh pertumbuhan bisnis perusahaan untuk jangka panjang.

"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," kata Juru Bicara TikTok, dikutip dari Suara.com.

Baca Juga: Setelah Luka Melano dan Sandy Walsh, Kini Giliran Ragnar Oratmangoen yang Gabung Persib Bandung ?

Perusahaan mengakui bahwa keputusan tersebut bukan hal yang mudah. TikTok menyatakan saat ini fokus memberikan dukungan kepada para karyawan yang terdampak selama proses transisi berlangsung.

TikTok Tegaskan Tetap Berinvestasi di Tokopedia

Meski melakukan restrukturisasi organisasi, TikTok memastikan komitmennya terhadap pengembangan Tokopedia tidak berubah.

Perusahaan menegaskan akan terus berinvestasi untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna maupun pelaku usaha di Indonesia.

"Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia," ujar Juru Bicara TikTok.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengembangan bisnis Tokopedia tetap menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan setelah bergabung dalam ekosistem TikTok.

Baca Juga: BPBD Sukabumi Salurkan Air Bersih untuk Ratusan KK Terdampak Kekeringan di Cibadak

Bermula dari Isu PHK Besar-Besaran di Media Sosial

Respons resmi TikTok muncul setelah sebuah akun Instagram mengunggah informasi yang menyebut ByteDance, induk perusahaan TikTok, melakukan PHK besar-besaran di Tokopedia.

Unggahan tersebut mengklaim sekitar 90 persen karyawan Tokopedia terdampak, dengan divisi Research & Development (R&D), Trust and Safety (TnS), serta keuangan menjadi unit yang paling banyak terkena pengurangan tenaga kerja.

Selain itu, unggahan tersebut juga menyebut perusahaan hanya mempertahankan sekitar 10 persen karyawan untuk menangani proyek yang masih berjalan.

Bahkan disebutkan pula bahwa Tokopedia secara bertahap beralih ke sistem Tokopedia Lite yang menggunakan infrastruktur internal TikTok Shop.

Baca Juga: 150 Peserta di Kabupaten Sukabumi Ikuti Literasi Kebencanaan, Belajar Mitigasi Sejak Dini

TikTok Tidak Benarkan Klaim Jumlah Karyawan yang Terdampak

Meski telah mengonfirmasi adanya restrukturisasi organisasi, TikTok tidak memberikan rincian mengenai jumlah karyawan yang terkena PHK maupun membenarkan klaim yang beredar di media sosial.

Perusahaan hanya menegaskan bahwa penyesuaian organisasi difokuskan pada fungsi R&D sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan memperkuat pertumbuhan bisnis di masa depan.

Dengan demikian, informasi mengenai 90 persen karyawan terdampak PHK, jumlah pegawai yang dipertahankan, maupun migrasi penuh ke Tokopedia Lite belum dikonfirmasi secara resmi oleh TikTok.

Langkah restrukturisasi ini menjadi salah satu strategi perusahaan dalam menyelaraskan organisasi pasca integrasi bisnis TikTok Shop dan Tokopedia, sekaligus memperkuat daya saing platform di tengah persaingan industri e-commerce yang semakin ketat.

Sumber: Suara.com

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT