SUKABUMIUPDATE.com - Aphelion adalah fenomena astronomi ketika Bumi berada pada titik terjauhnya dari Matahari dalam orbit elips (lonjong) tahunannya.
Fenomena ini terjadi setiap tahun, di mana jarak Bumi mencapai sekitar 152 juta kilometer dari Matahari.
Fenomena ini merupakan kebalikan dari perihelion atau titik terdekat planet Bumi dari Matahari.
Mengutip dari Encyclopedia Britannica, Aphelion biasanya terjadi di awal bulan Juli. Dan untuk tahun 2026 sendiri, titik aphelion Bumi terjadi pada tanggal 6 Juli.
Baca Juga: Buck Moon Hingga Hujan Meteor Kembar, 8 Fenomena Langit Sepanjang Juli 2026
Banyak yang mengira jika fenomena ini menjadi penyebab suhu dingin di Bumi. Padahal, menurut laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), meskipun berada di titik terjauh, aphelion bukan penyebab utama perubahan suhu atau cuaca dingin di permukaan Bumi.
Perbedaan jarak saat aphelion hanya memengaruhi sekitar 3,3% energi Matahari yang diterima Bumi dibandingkan saat jarak normalnya.
Perubahan musim dan suhu di Bumi lebih banyak dipengaruhi oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi yaitu sekitar 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya, bukan jaraknya ke Matahari.
Cuaca dingin yang biasa dirasakan di wilayah Indonesia pada pertengahan tahun lebih disebabkan oleh puncak musim kemarau dan pergerakan massa udara dingin dari arah Australia.
Meski begitu, saat Aphelion menyebabkan kecepatan revolusi Bumi sedikit melambat dan intensitas sinar Matahari berkurang sekitar enam sampai tujuh persen. Namun, hal ini tidak membuat suhu Bumi menjadi lebih dingin secara ekstrem.
Editor : Dede Imran