SUKABUMIUPDATE.com – Peluncuran Sistem Monitoring Alsintan (Simon Alsintan) berbasis Internet of Things (IoT) hasil kolaborasi UPTD Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BP Mektan) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat dengan Telkom University Bandung menjadi langkah awal transformasi digital pengelolaan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Jawa Barat.
Di balik pengembangan sistem tersebut, terdapat inovasi teknologi yang dirancang untuk menjawab berbagai tantangan pengelolaan alsintan di lapangan, mulai dari pemantauan lokasi traktor, jadwal perawatan mesin, hingga potensi penyalahgunaan aset.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Telkom University, Faisal Candrasyah Hasibuan, menjelaskan bahwa pengembangan Simon Alsintan berangkat dari kebutuhan BP Mektan Jabar untuk mengelola aset alsintan yang tersebar di berbagai daerah secara lebih efektif dan terukur.
"Cianjur sebagai salah satu sentra pertanian di Jawa Barat memiliki kebutuhan besar terhadap tata kelola alsintan yang lebih modern. Karena itu kami mencoba menghadirkan solusi berbasis IoT agar pengawasan aset tidak lagi dilakukan secara manual," ujar Faisal dikutip sukabumiupdate.com dari tulisannya di Kompasiana pada Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: BP Mektan Jabar Gandeng Telkom University Kembangkan Sistem Monitoring Alsintan Berbasis IoT
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat skema Teknologi Tepat Guna (TTG) periode 2026 yang melibatkan kolaborasi dosen lintas fakultas di Telkom University, yakni Fakultas Teknik Elektro (FTE) dan Fakultas Rekayasa Industri (FRI).
Selain Faisal, tim pengembang terdiri atas Purba Daru Kusuma dan Seno Adi Putra, serta lima mahasiswa tingkat akhir dari Program Studi Teknik Komputer dan Sistem Informasi.
Pantau Traktor Secara Real Time
Faisal menjelaskan, sistem Simon Alsintan bekerja melalui sinkronisasi perangkat sensor yang dipasang pada traktor dengan dashboard berbasis web yang dapat diakses secara daring.
Teknologi tersebut menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan modul komunikasi SIM7600G-H sehingga perangkat tetap dapat mengirimkan data meski berada di area persawahan yang minim akses internet berbasis Wi-Fi.
Melalui sistem tersebut, pengelola dapat memantau berbagai parameter penting secara real time, mulai dari posisi geografis kendaraan, status operasional mesin, hingga kondisi tegangan aki.
"Sistem ini memungkinkan seluruh data operasional alsintan tercatat secara digital dan dapat dipantau dari mana saja," kata Faisal yang juga Dosen Program Studi S1 Teknik Komputer Telkom University tersebut.
Salah Satu Traktor yang Dikelola oleh UPTD Mektan Jabar yang Harus Termonitor Secara Waktu Nyata. | Foto: Dok. Tim Pengabdian Masyarakat Telkom University
Dilengkapi Hour Meter Digital
Salah satu fitur utama Simon Alsintan adalah Hour Meter (HM) digital yang berfungsi mencatat jam kerja mesin secara otomatis.
Menurut Faisal, fitur tersebut penting untuk memastikan perawatan mesin dilakukan berdasarkan kondisi aktual penggunaan, bukan sekadar perkiraan.
"Selama ini perawatan sering dilakukan setelah terjadi kerusakan. Dengan HM digital, jadwal servis seperti penggantian oli dapat dilakukan tepat waktu sesuai kebutuhan mesin," jelasnya.
Selain itu, sistem juga dilengkapi algoritma khusus yang mampu menghitung luas lahan yang telah dikerjakan traktor secara otomatis sehingga laporan operasional menjadi lebih objektif dan akuntabel.
Uji Coba di BP Mektan Jabar
Implementasi teknologi tersebut diawali dengan pemasangan perangkat pada 15-17 Juni 2026 dan dilanjutkan sosialisasi pada 18 Juni 2026 di Kantor BP Mektan Jawa Barat, Bojongpicung, Kabupaten Cianjur.
Dalam kegiatan tersebut, tim Telkom University melakukan demonstrasi langsung penggunaan perangkat dengan menjalankan traktor yang telah dipasangi modul IoT dan memantau pergerakannya melalui dashboard digital.
Kepala UPTD BP Mektan Jawa Barat, Anggi Jingga, menyambut positif implementasi teknologi tersebut karena dinilai mampu menjawab kebutuhan pengelolaan alsintan di lapangan.
Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, lebih dari 91 persen peserta menyatakan setuju atau sangat setuju terhadap penerapan sistem monitoring berbasis IoT tersebut.
Menuju Digitalisasi Pertanian
Faisal berharap Simon Alsintan menjadi langkah awal menuju tata kelola alsintan yang lebih modern dan efisien di Jawa Barat.
Ke depan, konsep serupa direncanakan tidak hanya diterapkan pada traktor, tetapi juga pada aset pertanian lainnya seperti drone pertanian hingga sistem pompa air.
"Kami berharap teknologi ini dapat membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan aset pertanian sekaligus mendukung transformasi digital sektor pertanian di Jawa Barat secara bertahap," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, UPTD BP Mektan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat terus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan alsintan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui kolaborasi dengan Telkom University dalam pengembangan Sistem Monitoring Alsintan (Simon Alsintan) berbasis Internet of Things (IoT).
Kasubag Tata Usaha UPTD BP Mektan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hidayat, menjelaskan bahwa aplikasi tersebut dikembangkan untuk membantu pengawasan alsintan yang dikelola Brigade Alsintan BP Mektan Jabar dan tersebar di berbagai daerah.
"Ini merupakan tindak lanjut dari PKS antara BP Mektan dan Telkom University. Salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah melibatkan mahasiswa tingkat akhir untuk membuat aplikasi pengawasan alsintan di lapangan yang dimiliki Brigade Alsintan BP Mektan Jabar," ujarnya.
Ahmad menilai inovasi tersebut sangat membantu BP Mektan Jabar, terutama dalam mengelola aset Brigade Alsintan yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat.
"Selama ini keterbatasan anggaran membuat pengawasan aset di lapangan tidak selalu bisa dilakukan secara langsung. Dengan adanya aplikasi ini, kita bisa mengetahui kondisi alsintan yang berada di UPJA-UPJA tanpa harus datang ke lokasi," katanya.
Melalui penerapan Simon Alsintan, BP Mektan Jabar berharap pengelolaan aset alsintan dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan akuntabel. Selain meningkatkan pengawasan, sistem ini juga diharapkan mampu mendukung pelayanan mekanisasi pertanian yang lebih baik bagi petani di Jawa Barat. (adv)
Editor : Denis Febrian